oleh

Diduga Ada Oknum Coba Ciderai Pilkada

LINGGAU POS ONLINE, SUKAJADI – Pasangan Calon (Paslon) Walikota-Wakil Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe-H Sulaiman Kohar (NanSuko) mendapat serangan black campaign (kampanye hitam), dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

Kabar ini diungkapkan Ketua Tim Pemenangan NanSuko, H Edy Saputra didampingi Karim, Sukiran, Fahrurozi, dan Yusuf, di Posko Pemenangan NanSuko, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Rabu (16/5).

Serangan black campaign yang dilakukan itu, kata Edy Saputra, terkait pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bukit Sulap (PDAM TBS). Padahal, kata dia, kekurangan pelayanan PDAM sudah ada jauh sebelum kepemimpinan Nansuko.

“Namun, saat NanSuko memimpin telah diupayakan peningkatan pelayanan dengan membangun intake Jukung dan Batu Urip serta pipanisasi. Black campaign disebarkan secara tertulis dalam bentuk selebaran kertas ke seluruh penjuru Kota Lubuklinggau, dan itu diketahui dari hasil kerja Tim Sukses (Timses) dan relawan NanSuko tadi malam, Selasa (15/5).

Menurut Edy, kekurangan pelayanan PDAM tersebut akan dimaksimalkan pada periode 2018-2023, dan itu jelas bisa dilakukan karena Direktur PDAM adalah pekerja yang sudah sesuai ilmunya karena sebelum pensiun, berkarier di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel.

“Setiap pemimpin pasti ada kekurangannya, makanya masa kepemimpinan harus dilanjutkan. Sebab, saat ini pertumbuhan ekonomi di Kota Lubuklinggau berkembang dengan sangat pesat,” katanya.

Dilanjutkannya, pesatnya pertumbuhan ekonomi itu sangat terlihat dengan meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Lubuklinggau saat di bawah kepemimpinan NanSuko dari Rp 36 miliar, di akhir masa kepeminpinan menjadi Rp 114 miliar.

Jadi, ia meminta masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu yang mencoba untuk menjatuhkan NanSuko, karena sebelumnya belum ada Walikota Lubuklinggau yang mampu meraih prestasi seperti NanSuko.

“NanSuko merupakan aset dan kebanggaan masyarakat Lubuklinggau. Bayangkan hanya masa kepemimpinan NanSuko pembangunan semua bidang, mulai keagamaan, kesehatan, pendidikan hingga infrastruktur dasar tersentuh dengan maksimal. Dan itu terbukti, Kota Lubuklinggau yang sebelumnya merupakan kota transit bertransformasi jadi kota jasa dan industri,” jelasnya.

Maka dari itu, dirinya mengajak semua pihak yang terlibat dalam Pilkada, untuk bersaing secara sehat karena pasca Pilkada masih akan saling rangkul dan berkawan.

“Ayo jual visi dan misi, bukan memprovokasi. Sehingga Lubuklinggau menjadi barometer Pilkada yang baik di Indonesia,” imbaunya. (01)

Rekomendasi Berita