oleh

Didakwa Pukul Balita, Sarmidi Diputus Bebas

LINGGAU POS ONLINE, EMPAT LAWANG – Sidang perkara dugaan penganiayaan terhadap anak yang bernama M Baginda Rajabani, dengan terdakwa Muhamad Sarmadi, seorang PNS yang kesehariannya bertugas di Badan Pengelolaan keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Empat Lawang digelar di Pengadilan Negeri Lahat, berakhir dengan putusan bebas (Vrijspaark), Rabu (6/12).

Kuasa hukum terdakwa, Agus Yuliono, SH mengatakan putusan Majelis Hakim tersebut sudah tepat dan benar bahkan sejak awal kliennya sudah sangat yakin. Bahwa Majelis Hakim akan menjatuhkan putusan bebas terhadap karena memang benar-benar tidak melakukan pemukulan tersebut.

“Dari awal, kami sudah yakin, klien kami tidak akan terbukti melakukan pemukulan, karena memang klien kami tidak pernah melakukan pemukulan tersebut,” ujar Agus Yuliono didampingi terdakwa dalam kasus itu, Muhamad Sarmadi, kemarin (7/12).

Agus menjelaskan dalam fakta hukum dari pertimbangan hukum, Majelis Hakim menyatakan bahwa keterangan saksi paman korban, Riki tidak didukung oleh saksi Nina ibu korban dan saksi Yessi dan saksi Verbalisan Wewen.

Saksi Tedi, ungkap Agus, di muka persidangan mencabut keterangannya yang ada dalam BAP Penyidik Polres Empat Lawang, karena sebelum saksi Tedi memberikan keterangan di depan penyidik telah dijanjikan sejumlah uang bahkan telah menerima panjar dari sejumlah uang yang dijanjikan tersebut sehingga dalam keterangannya, Saksi Tedi seolah-olah berada di TKP dan melihat Terdakwa Sarmadi ada melakukan pemukulan tersebut.

“Alasan Saksi Tedi mencabut keterangan di BAP kepolisian karena takut akan akibat sumpah palsu dan takut sanksi pidana memberikan sumpah palsu di muka sidang, bahkan saksi Tedi didampingi keluarganya sudah berupaya untuk mencabut keterangannya yang ada di BAP Kepolisian sejak perkara masih di Kejaksaan Negeri Empat Lawang tetapi tidak dapat diterima oleh Pihak Kejaksaan,” katanya.

Lebih lanjut diceritakan kuasa hukum terdakwa, berdasarkan fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan yang dibacakan oleh Majelis Hakim secara bergantian, Majelis Hakim menyatakan Terdakwa Muhamad Sarmadi tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan pemukulan terhadap anak bernama Baginda Rajabani. Oleh karenanya, terdakwa dibebaskan dari Dakwaan Jaksa Penuntut Umum dengan putusan bebas dengan Putusan Bebas (Vrijspaark).

“Hakim juga meminta agar terdakwa dipulihkan harkat dan martabat serta nama baiknya, karena tidak terbukti bersalah,” paparnya.

Menurut Agus, sidang perkara dengan terdakwa Muhamad Sarmadi, berawal dari dugaan penganiayaan terhadap anak yang bernama M Baginda Rajabani yang terjadi pada tanggal 15 Juli 2015 di Depan Bank Sumsel Babel Tanjung Kupang Tebing Tinggi Empat Lawang.
Sesuai dengan surat dakwaan yang dibacakan Jaksa penuntut umum, saat itu korban yang masih balita, sedang berada di pangkuan pamannya (saksi Rikki) dan korban saat itu sedang memainkan setir mobil.

Ditemui terpisah, Kajari Empat Lawang, Ronaldwin SH MHum melalui Kasi Intel Kejari Empat Lawang, Andi Purnomo, SH membenarkan adanya putusan sidang yang membebaskan terdakwa dari jeratan hukum. Namun demikian, pihaknya masih memiliki waktu untuk mengajukan Kasasi ke pengadilan lebih tinggi, pasca putusan ini sesuai dengan Undang-Undang (UU) yang berlaku.

“Kami menilai ini adalah hal kewajaran jika ada perbedaan dalam pandangan hukum dan tentunya kami menghormati keputusan Majelis Hakim terkait putusan ini. Namun demikian, kami masih memiliki waktu pasca putusan untuk mengajukan Kasasi dan itu diatur dalam UU,” tandasnya. (04)

Komentar

Rekomendasi Berita