oleh

Keroyok Istri Bersama Selingkuhan, ASN Masuk Jeruji

LINGGAU POS ONLINE – YT (37) tak menyangka janji sucinya (pernikahan) akan dikhianati sang suami, Ardiyanto (40) sejak setahun lalu. Warga Jalan Nangka Kacung RT 3 Kelurahan Ponorogo, Kecamatan Lubuklinggau Utara II itu harus menelan pil pahit ketika melihat suaminya menjalin hubungan asmara dengan wanita lain.

Baru Selasa (3/9) malam, YT amat lega. Meski hatinya bergemuruh, namun setidaknya doa-doanya sudah terkabul. Sebab ia mendapat kabar bahwa Ardiyanto dan selingkuhannya, YE (38) telah diciduk polisi.

Kepada Linggau Pos, YT menceritakan Ardiyanto dan selingkuhannya itu dilaporkannya ke Polres Lubuklinggau pada 17 April 2019. Laporan yang dibuat YT bukan karena Ardiyanto selingkuh. Melainkan karena Ardiyanto dan YE bekerja sama menganiayanya di depan umum, tepatnya di salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) ketika Pemilihan Legislatif (Pileg) berlangsung.

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan Ardiyanto terhadap YT bukan kali itu saja. Sejak YT mengandung anak keduanya, YT kerapkali mendapat perlakuan tak mengenakkan dari suami.

“Sejak usia kandungan saya baru tiga bulan, saat itu pula saya tahu suami saya selingkuh dengan oknum guru honorer di salah satu SMPN. Nama selingkuhannya itu Yeyen. Sejak saat itu, kami kerap cekcok. Jadi suami meninggalkan saya. Sampai saya melahirkan anak kembar kami pun suami saya tidak mendampingi,” tuturnya.

Saat putri kembarnya berusia bulan, YT mengajaknya ke TPS untuk melakukan pencoblosan.

“Saat di TPS dekat rumah itu saya ketemu suami di TPS dekat rumah. Karena sudah lama saya tidak dinafkahi, dan ketemu suami datang ke TPS sama selingkuhannya, saya kesal. Ya wanita mana yang tidak kesal. Sayangnya saya seorang diri, dan saya kalah. Di hadapan orang ramai saya diterjang oleh suami saya, dipukul pakai helm bahkan wajah saya luka semua. Lebih parah lagi, si wanita selingkuhan suami saya ikut menganiaya saat itu. Saya sempat tidak sadarkan diri, saya ditolong dan dipisahkan oleh warga di sana,” tutur YT.

Setelah kejadian itu, ia melaporkan kekerasan yang dialaminya ke Polres Lubuklinggau. Tidak hanya melaporkan ke polisi, karena sang suami oknum ASN di RS Sobirin, ia pun melaporkan kejadian ini ke pihak RS. Tapi YT kecewa, sampai saat ini belum juga ada tindak lanjut bahkan terkesan diabaikan.

“Saya bersyukur meski harus menunggu hingga hampir satu tahun. Kedepan kalau saya dipanggil untuk dimintai keterangan, ya akan saya lanjutkan kasus ini. Biar keduanya merasakan ganjarannya,” tegas YT.

Tentang ditangkapnya Ardiyanto dan YT dibenarkan Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono melalui Kasat Reskrim, AKP Rivou Lapu, Rabu (4/9).

Anggota Sat Reskrim Polres Lubuklinggau meringkus dua tersangka tindak kriminal KDRT, Selasa (3/9). Saat diringkus, keduanya sedang berada di SMP tempat Yeyen mengajar. Yeyen yang merupakan warga Jalan Indah RT 9 Kelurahan Taba Pingin Kecamatan Lubuklinggau Selatan II tak mampu berkutik saat dibekuk polisi.

Rivow Lapu menginformasikan penangkapan ini bermula saat polisi mendapat laporan seorang korban KDRT YT, 17 April 2019.

Awalnya terjadi cekcok mulut antara korban YT dan suaminya Ardiyanto. Ardiyanto yang tidak terima atas ucapan korban dan termakan emosi langsung menerjang perut korban satu kali. Korban langsung terpental terjatuh ke lantai.
Pada waktu bersamaan, YE yang melihat korban terjatuh langsung mengangkat leher korban sambil merangkul dengan menggunakan tangan sebelah kirinya, kemudian YE pun langsung mencakar wajah korban berkali-kali sehingga korban mengalami luka lecet.

Korban yang sakit hati dan tidak terima atas perilaku Ardiyanto dan YE, langsung melaporkan ke petugas Polres Lubuklinggau untuk ditindak secara hukum yang berlaku.

Setelah mendapatkan laporan dari korban, anggota Unit PPA Polres Lubuklinggau langsung melakukan serangkaian penyelidikan, sekaligus melaksanakan pemeriksaan dari saksi korban dan saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

Setelah dipapat identitas tersangka, petugas PPA Unit Reskirm yang dengan dipimpin Kanit PPA Unit Reskrim Polres Lubuklinggau bersama dengan anggota lainnya langsung melakukan penangkapan terhadap kedua tersangka di sekolah tempat YE mengajar.

Pada saat penangkapan, kedua tersangka berhasil diamankan tanpa melakukan perlawanan kemudian keduanya langsung dibawa ke ruang Unit PPA Polres Lubuklinggau.

Adapun barang bukti yang diamankan, saat ini petugas PPA Unit Reskrim telah mengamankan satu buku nikah warna hijau dengan Nomor : 070/20/ll/2010.

Keduanya terancam Pasal 44 ayat 1 Undang-Undang (UU) RI No.23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan fisik dalam rumah tangga dan atau Pasal 170 ayat ( 1 ) KUHP dan atau Pasal 351 ayat (1) KUHP. Serta Pasal 170 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 351 Ayat (1) KUHP.

Terpisah, setelah mendengar kabar ini, Inspektur Kabupaten Mura, Alexander mengatakan ketika ASN sudah ditangkap polisi itu urusannya sama polisi, tidak ke Inspektorat lagi.

“Ya, kalau sudah ditangkap urusan dengan polisi. Dengan kita tidak lagi, atau sanksinya,” kata Alexander.

Mengenai ada beberapa ASN yang bermasalah di Kabupaten Mura dirinya tidak bisa memastikan. Karena ia tidak memegang datanya.

“Kalau bermasalah dengan disiplin itu menjadi tanggung jawab atasannya secara berjenjang. Dan kita juga menerima tembusannya,” jelasnya.

Ardiyanto Tergolong Pegawai yang Disiplin

Sementara Siti Patimah selaku Humas RS Sobirin membenarkan Ardiyanto merupakan pegawai RS Dr Sobirin yang bertugas bagian Staf Kasubag Perlengkapan RS Sobirin.

Soal Ardiyanto jadi tersangka kasus KDRT, ternyata Manajemen RS Dr Sobirin belum mengetahuinya.

“Belum ada laporan dari Polisi maupun keluarga. Soal kinerjanya, dia termasuk pegawai yang disiplin dan rajin masuk kerja,” imbuh Fatimah.

Laporan Riena/Gery/Daulat/Apriyadi

Rekomendasi Berita