oleh

Di Muratara, Hotspot Terbanyak di Rawas Ilir

LINGGAU POS ONLINE – Petugas Pusdalops BPBD Muratara, Rahmat Permadi menjelaskan titik panas (hotspot) terbanyak di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) saat ini berada di Kecamatan Rawas Ilir.

“Sepanjang Agustus 2019 ini saja sudah 14 kejadian Karhutla di sana (Rawas Ilir,red). Dengan vegetasi mayoritas lahan mineral,” jelas Rahmat, Selasa (13/8/2019).

Titik lainnya juga terpantau di Kecamatan Karang Jaya, Desa Pauh 1 Kecamatan Rawas Ilir, Desa Batu Gajah Kecamatan Rupit, Desa Simpang Nibung, Kecamatan Karang Dapo, dan Kecamatan Rawas Ulu.

Untuk mencegah Karhutla dan siaga pada Karhutla, Pusdalops PB BPBD Muratara memiliki lima posko. Antara lain, di Desa Muara Kuis Kecamatan Ulu Rawas, Desa Aringin Kecamatan Karang Dapo, Desa Pauh 1 Kecamatan Rawas Ilir, Desa Tebing Tinggi Kecamatan Nibung, dan Desa Embacang Baru Kecamatan Karang Jaya.

Sementara Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Lubuklinggau, H Luthfi Ishak menegaskan sampai saat ini belum terpantau adanya titik hotspot.

Namun untuk kebakaran, baik Karhutla maupun rumah sering terjadi. Bahkan kemarin, ada dua kejadian kebakaran hutan di Kelurahan Ceremeh Taba. Keduanya, disebabkan bekas puntung rokok yang dibuang sembarangan. Sementara untuk kebakaran rumah, kebanyakan masih disebabkan oleh korsleting listrik.

Untuk itu dijelaskan Luthfi, selain menyiagakan personelnya di empat posko selama 24 jam, imbauan terhadap bahaya kebakaran lahan dan rumah terus disampaikan ke warga.

“Kami rutin berikan imbauan, waspada, tidak sembarangan membuang puntung rokok serta cepat tanggap kalau terjadi kebakaran. Sehingga tidak menimbulkan titik hotspot, kalau cepat kita padamkan apinya,” jelas Luthfi.

Empat Lawang Kekurangan Damkar

Sementara di BPBD Kabupaten Empat Lawang sejauh ini belum terdapat titik panas yang mengkhawatirkan. Meski begitu, mereka tetap waspada.
Kepala BPBD Empat Lawang, disampaikan Sekretaris Dinas, Tarmisi Komar mengatakan mereka menyiagakan 90 petugas untuk siaga memadamkan api. Hanya saja, memang dari sisi peralatan BPBD Empat Lawang masih kekurangan mobil pemadam kebakaran.

Mobil Damkar yang ada hanya siaga di lima zona. Antara lain, Kecamatan Tebing Tinggi dua unit mobil Damkar, zona Kecamatan Pendopo satu unit mobil Damkar, zona Kecamatan Muara pinang terdapat satu unit mobil Damkar, zona Kecamatan Ulumusi terdapat satu unit dan Zona Kecamatan Paiker satu unit mobil Damkar.

Padahal di Kabupaten Empat lawang memiliki sepuluh kecamatan.

” Untuk kecamatan yang memang harusnya ada mobil Damkar itu Kecamatan Talang Padang dan Saling, karena letaknya cukup jauh dari zona yang terdapat mobil Damkar. Kami khawatir misal terjadi musibah kebakaran jarak tempuh yang agak jauh, makanya kami menyampaikan agar anggota Dewan Empat lawang terhormat bisa menyetujui usulan tambahan dua unit mobil Damkar,” jelas Tarmisi Komar. (rrf/cw5/rfm/key)

Rekomendasi Berita