oleh

Di Karang Jaya, Tiang Listriknya Dari Bambu dan Kayu

-Muratara-170 dibaca

LINGGAUPOS.CO.ID – Biasanya tiang listrik dari beton atau besi, namun berbeda di Desa Sukamenang Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Di Sukamenang tiang listrik dari kayu atau bambu. Bahkan ada yang tanpa tiang, sehingga kabelnya hampir menyentuh tanah.

Seperti yang disampaikan Samat salah seorang warga Desa Sukenang dirinya mengatakan, batang pinang yang selama ini menyangga kabel jaringan listrik tersebut lapuk dan patah, sehingga masyarakat terpaksa menggunakan kayu dan bambu seadanya untuk menyangga kabel jaringan listrik yang jatuh ke tanah tersebut

“Batang pinang yang dulu kami bangun secara swadaya sudah lapuk sehingga patah, jadi untuk sementara ini kami ganti dengan kayu seadanya guna menyangga kabel listrik supaya tidak membahayakan pengendara,” ungkapnya

Dirinya merasa sangat khawatir dengan kabel jaringan listrik yang hanya di topang dengan kayu seadanya tersebut, karena bisa membahayakan warga serta pengendara, karena posisi kabel tersebut hanya beberapa meter dari permukaan tanah.

“Kami takut kena sentrum apa lagi pada saat hari sedang hujan, karena kabel tersebut sangat rendah hanya beberapa meter dari tanah sehingga bisa membahayakan warga dan pengendara yang hendak melintas di jalan tersebut,” Papar samat

Sementara itu dikonfirmasi terpisah Kepala Desa Sukamenang Jamel Abdul Yazer membenarkan jika kondisi ini sudah terjadi kurang lebih satu minggu, dan hingga saat ini belum ada perbaikan dari pihak terkait untuk mengatasi masalah kabel jaringan listrik di Desa Sukamenang.

“Kalau patahnya batang pinang sebagai penyangga kabel tersebut sudah sekitar satu minggu lebih, dan belum ada bantuan dari pihak terkait untuk membantu agar kabel tersebut tidak membahayakan masyarakat,” katanya.

Ia menyampaikan sudah mengajukan permohonan untuk membangun tiang permanen pada musrenbang Kabupaten Muratara anggaran 2021 ini, dirinya berharap agar permohonan tersebut secepatnya di kabulkan mengingat kondisi kabel jaringan listrik tersebut sangat membahayakan masyarakat.

“Kita sudah mengajukan permohonan untuk membangun tiang permanen pada musrenbang kemarin, kami harap pemerintah melalui pihak terkait dapat segera melakukan pembangunan tiang permanen karena kabel yang hanya ditopang kayu tersebut sangat membahayakan warga sewaktu-waktu” tutup kades.(*)

Rekomendasi Berita