oleh

Dewan Tekankan Hasil Reses

Taufik : Harus Masuk Saat Pembahasan APBD-P

LINGGAU POS ONLINE, MAJAPAHIT – DPRD Kota Lubuklinggau laksanakan rapat paripurna, agenda penyampaian laporan hasil kegiatan reses anggota DPRD Kota Lubuklinggau masa sidang pertama tahun 2018. Karena penyampaian laporan hasil reses wajib dilaksanakan anggota DPRD Kota Lubuklinggau, setelah melaksanakan reses di Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing, Senin (25/6).

Hal ini berdasarkan tata tertib (Tatib) DPRD Kota Lubuklinggau Nomor 24 Tahun 2014 Pasal 151, bahwa dalam setiap melaksanakan tugas reses, anggota DPRD wajib membuat laporan tertulis, atas hasil pelaksanaan tugasnya pada masa reses, yang disampaikan kepada Pimpinan DPRD dalam rapat Paripurna. Selanjutnya, disampaikan kembali kepada pemerintah daerah agar ditindaklanjuti sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan daerah.

Rapat Paripurna dilaksanakan di ruang rapat paripurna DPRD Kota Lubuklinggau, Kelurahan Majapahit Kecamatan Lubuklinggau Timur I, dan dimulai pukul 10.00 WIB. Rapat dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kota Lubuklinggau, Taufik Siswanto dan dihadiri 20 anggota DPRD lainnya.

Sementara dari Pemkot Lubuklinggau, hadir asisten II Setda Kota Lubuklinggau, Rusli serta beberapa kepala OPD di lingkungan Pemkot Lubuklinggau.

Dalam rapat, masing-masing juru bicara perwakilan Dapil, menyampaikan laporan hasil reses mereka. Untuk Dapil I wilayah Kecamatan Lubuklinggau Barat I dan Lubuklinggau Barat II, disampaikan oleh Leonardi Sohe. Untuk Dapil 2 wilayah Kecamatan Lubuklinggau Utara I dan Lubuklinggau Utara II, disampaikan Hj Siti Fatimah, Dapil 3 wilayah Kecamatan Lubuklinggau Selatan I dan Lubuklinggau Selatan II, disampaikan H Suhada, serta untuk Untuk Dapil 4 wilayah Kecamatan Lubuklinggau Timur I dan Lubuklinggau timur II, disampaikan Djonny.

Usai rapat, Taufik mengatakan masing-masing Jubir menyampaikan secara rinci, aspirasi serta usulan masyarakat yang disampaikan pada saat anggota DPRD melaksanakan reses. Semua usulan, terutama yang dianggap krusial dan mendesak mereka sampaikan untuk menjadi pokok-pokok pikiran dewan.

“Nantinya kita sampaikan kembali ke Pemkot Lubuklinggau, untuk menjadi catatan dan perhatian mereka saat pembahasan APBD-P tahun 2018,” kata Taufik.

Politisi Partai Demokrat pada akhir rapat paripurna ini menekankan kepada pemerintah apa yang sudah menjadi pokok pikiran dewan harus menjadi perhatian, karena semuanya bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Pihaknya tidak ingin, ada pokok pikiran mereka yang terlewatkan, saat pembahasan APBD-P tahun 2018.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lubuklinggau, H Rahman Sani menjelaskan, semua hasil reses anggota DPRD Kota Lubuklinggau akan menjadi perhatian eksekutif. Akan segera dikaji apakah usulan yang disampaikan sudah masuk e-Planing Pemkot Lubuklinggau atau belum. Ketika usulan tersebut memang belum masuk e-Planing, maka akan dipertimbangkan.

Usulan dilihat apakah masuk skala prioritas atau tidak. Lalu disesuaikan dengan keuangan daerah, apakah memungkinkan atau tidak. Ketika belum memungkinkan, bisa diupayakan tahun 2019.

“Yang pasti, semua pokok pikiran dewan akan kita akomodir,” tegasnya. (13)

Rekomendasi Berita