oleh

Dewan Minta Perusahaan Berikan Penjelasan

Terkait Banyaknya Pegawai yang di-PHK

LINGGAU POS ONLINE, MURATARA – Beberapa warga di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang bekerja di PT DNS, keluhkan perekonomian mereka saat ini. Pasalnya sudah hampir satu bulan, mereka sudah ‘dirumahkan’ oleh pihak perusahaan.

DD (35), salah seorang warga Kecamatan Karang Jaya ini mengaku belum mendapatkan pekerjaan yang baru, pasca PHK oleh pihak perusahaan. Ia mengaku tidak mengetahui pasti, apa alasan mereka dirumahkan.

“Yang pasti hampir seluruh pegawai di PHK. Katanya karena sudah bangkrut,” ungkapnya.

Pesangon yang menjadi hak mereka, diakui DD sudah mereka terima. Saat ini ia hanya berharap, bisa segera mendapatkan pekerjaan agar bisa menafkahi istri dan anaknya.

Informasi ini sudah diterima oleh anggota DPRD Kabupaten Muratara, Hasran Akwa. Sayangnya politisi Partai Golkar ini menegaskan, kepastian mengenai informasi ini belum ada yang melaporkan ke pihaknya. Baik warga yang di-PHK maupun pihak Pemkab ataupun pihak perusahaan.

Seharusnya Hasran menjelaskan, meskipun kewenangan mengenai pertambangan sudah dikembalikan ke Pemprov Sumsel, ketika perusahaan tersebut tutup ada pemberitahuan ke pihak Pemkab atau DPRD.

“Ada beberapa yang harus mereka (pihak perusahaan, red) laporkan, seperti mengenai tenaga kerja lokal yang mereka PHK, atau jaminan mengenai reklamasi lokasi bekas pertambangan mereka yang wajib dilakukan ketika mereka ditutup,” jelas Hasran Akwa.

Pihaknya berharap pihak perusahaan segera melakukan pemberitahuan kepada pemerintah, jika informasi ini benar. Sehingga kewajiban perusahaan yang seharusnya dilakukan, bisa segera dilaksanakan.

“Kita minta kepastian dari pihak perusahaan. Kalau memang bangkrut mana surat keterangan yang menyatakan mereka bangkrut. Kalau tidak apa alasannya mem-PHK-kan pegawainya,” tegasnya. (rfm)

Rekomendasi Berita