oleh

Dewan Kecewa dengan Pelayanan RS Siti Aisyah

LINGGAUPOS.CO.ID – Anggota DPRD dari Fraksi PDIP, Hambali Lukman kecewa dengan pelayanan di Rumah Sakit Siti Aisyah (RSSA) Lubuklinggau. Kekecewaan dengan pelayanan yang dinilainya jelek tersebut, dialaminya saat berobat ke RSSA.

Hambali mengaku kondisinya saat itu badan menggigil dan kepala sakit. Tiba di Unit Gawat Darurat (UGD) RSSA bukan pelayanan yang ia dapati, hanya ditanya oleh petugas mau rawat inap atau mau rawat jalan tanpa ada tindakan. Ia pun memilih rawat jalan, dan diminta petugas untuk segera mendaftar ke poli.

Istrinya yang mendampingi pada saat itu langsung mendaftar ke poli dokter spesialis, yang ternyata tidak bisa menggunakan BPJS karena tidak ada rujukan. Istrinya mendaftar sebagai peserta umum, dan mendapat nomor urut 31. Dengan kondisi tidak stabil, ia terpaksa mengantre tanpa diberikan tindakan seperti tensi darah atau sebagainya. Menunggu sampai dua jam belum juga dipanggil, bahkan berkasnya hilang.

“Kalau boleh saya katakan pelayanan di sana amburadul, tidak jelas dan tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Setahu saya, ketika pasien masuk UGD yang terpenting harus ditangani dulu, lalu diobservasi untuk menentukan apakah si pasien harus dirawat inap atau hanya dirawat jalan. Saya anggota DPRD saja bisa mendapat pelayanan seperti ini, apalagi masyarakat biasa,” tegas Hambali dengan nada kecewa, Selasa (11/2/2020).

Tiga jam di RSSA tidak mendapat tindakan, ia memutuskan pindah ke rumah sakit lainnya. Di sana ia mendapat pelayanan yang sesuai dengan SOP. Di UGD ia ditangani oleh petugas dan diobservasi, yang ternyata tidak diperlukan rawat inap.

“Saya hanya diminta rawat jalan, dengan obat yang sudah mereka resepkan,” lanjutnya.

Politisi PDIP ini meminta Direktur RSSA beserta jajarannya, segera memperbaiki pelayanan mereka. Jangan sampai apa yang ia rasakan, juga dirasakan oleh masyarakat lainnya. Jangan hanya memprioritaskan PAD, tanpa memperhatikan pelayanan. Layani semua pasien tanpa melihat kaya, miskin, peserta BPJS atau bukan serta dari kalangan mana.

“Kita tunggu komitmen mereka (RSSA, red), untuk segera memperbaiki pelayanan. Jika tidak mampu, ya lebih baik mundur saja serahkan kepada yang lebih berkompeten,” ungkapnya.

Selama ini diakui Hambali, ia hanya mendengar keluhan dari masyarakat terkait pelayanan yang tidak optimal di rumah sakit, khususnya di RSSA. Ada yang mengeluhkan sulit mendapat kamar, tidak dilayani dengan baik dan sebagainya.

“Tetapi kita tanggapi dengan secara rasional, tidak mungkin pihak RSSA bisa memuaskan seluruh masyarakat Lubuklinggau. Tetapi kenyataannya keluhan yang selama ini saya dengar, saya rasakan sendiri,” tegasnya kembali.

Saat dikonfirmasi, apa yang dikeluhkan Hambali Lukman dibenarkan oleh Direktur RSSA Lubuklinggau, dr Charly. Meskipun diakui Charly, tidak tahu persis bagaimana kejadiannya pada saat Anggota DPRD Kota Lubuklinggau Hambali Lukman datang ke RSSA. Bisa saja ada kendala atau ada kondisi, yang membuat petugas  tidak bisa memberikan pelayanan yang  maksimal.

Apapun itu, Charly menegaskan pihaknya sudah memanggil petugas yang sedang bertugas pada saat ini.

“Dan kita berikan teguran, untuk tidak mengulangi kesalahan mereka,” tegas Charly.

Kedepan dilanjutkan Charly, pihaknya siap untuk mengawasi dan memastikan pelayanan di RSSA lebih baik lagi. Sehingga tidak ada lagi pasien yang datang, mengeluhkan tentang pelayanan di RSSA.

“Meningkatkan pelayanan sudah menjadi kewajiban kami. Kedepan, kita akan memastikan pelayanan di RSSA akan lebih optimal,” ungkapnya. (*)

Artikel ini sudah terbit di Harian Pagi Linggau Pos dengan Judul “Kecewa dengan Pelayanan RSSA”

Rekomendasi Berita