oleh

Destinasi Baru Berlatar Mistis

Potensi Wisata Tangga Manik

Dalam beberapa pekan terakhir, dunia jagad maya khususnya pengguna media sosial (Medsos) asal Kabupaten Lahat dihebohkan dengan keberadaan destinasi wisata baru. Penasaran?

Laporan Edwin Agustian, Lahat

Ya, destinasi ini dikenal dengan nama Tangga Manik. Tapi siapa sangka dibalik popularitasnya belakangan, destinasi ini rupanya menyimpan kisah mistis.

Tangga Manik, demikian nama destinasi wisata baru di tepian Sungai Lematang Desa Tanjung Payang Kecamatan Kota Lahat yang saat ini tengah populer dan menyedot banyak pelancong. Destinasi wisata berupa aliran air terjun setinggi kurang lebih dua meter ini tidaklah terbentuk secara alami.

Pantauan pewarta Rabu (15/11), air terjun ini berupa bangunan bendungan bertingkat menyerupai susunan anak tangga yang dialiri air irigasi cukup deras.

“Bangunan ini sebenarnya sudah ada sejak zaman Belanda, dan kemudian direhab lagi oleh Pemerintah Daerah,” terang Wakil Ketua Karang Taruna Desa Tanjung Payang, Febri Hardiansyah selaku pengelola.

Meskipun sudah ada sejak zaman Belanda, namun baru sekitar dua pekan belakangan kawasan bendungan ini dibersihkan. Sebab sebelumnya, kawasan ini dipenuhi sampah dan semak belukar.

“Ya, atas inisiatif kami Karang Taruna, akhirnya kawasan ini kami bersihkan secara gotong-royong. Sebab, kami pikir bendungan ini berpotensi sebagai destinasi wisata,” ulasnya.

Asal nama Tangga Manik? Pemuda yang juga bekerja di Dinas Penanggulan Bencana Kebakaran (PBK) Kabupaten Lahat ini menerangkan, kata “Tangga” mengacu pada bentuk bendungan yang memang menyerupai susunan anak tangga empat tingkat. Sedangkan istilah “Manik” berasal dari kata “Manikam”.

Istilah “Manikam” ini rupanya mengandung unsur mistis. Ya, dituturkan Febri berdasarkan cerita masyarakat setempat, Manikam merupakan tempat berkumpulnya “makhluk astral”.

“Makanya pas kita mau buka kawasan ini, terlebih dahulu digelar do’a bersama seraya menyajikan sesajen diantaranya berupa nasi tumpeng. Tujuannya untuk menghindari adanya hal-hal yang tidak diinginkan terkait keberadaan makhluk astral di kawasan ini,” jelasnya.

Meskipun mengandung unsur mistis, namun Febri meyakinkan bahwa kawasan ini aman untuk dikunjungi. Selama, sambungnya, pengunjung senantiasa menjaga kelakuannya.

“Aman kok, belum ada hal-hal buruk terjadi di sini, dan insya Allah tidak akan pernah ada. Terlebih, petugas pengelola senantiasa standby dan terus memantau kawasan wisata ini,” tandasnya.

Sebagai destinasi wisata alam baru yang tengah viral di media sosial, Air Terjun Tangga Manik terus menyedot banyak pengunjung. Salah satunya Lia (30), yang memanfaatkan waktu istirahat kerjanya berkunjung ke destinasi ini lantaran penasaran.

“Baru pertama berkunjung ke sini. Penasaran soalnya lagi viral destinasi ini,” kata Lia, yang merupakan pegawai salah satu OPD Kabupaten Lahat.

Hanya saja, Lia yang berkunjung bersama teman-teman seprofesinya berharap, agar pihak pengelola membangun pelbagai fasilitas penunjang bagi pengunjung seperti kamar ganti pakaian dan toilet.

“Kalau fasilitas penting itu dibangun, saya yakin akan lebih ramai. Warga sekitar pun dapat memanfaatkan keramaian pengunjung dengan menjual pelbagai kuliner tradisional atau cenderamata. Dengan demikian kan turut berkontribusi bagi ekonomi masyarakat setempat,” paparnya.

Untuk memasuki kawasan wisata ini, pengunjung dikenakan tarif sebanyak dua kali, terutama bagi yang membawa kendaraan. Saat hendak memasuki kawasan, pengunjung bersepeda motor dipungut tarif sebesar Rp.2.000/unit sedang mobil Rp.3.000. Alasannya, untuk biaya keamanan. Kemudian kedua, tarif parkir sebesar Rp.5.000/unit untuk sepeda motor dan Rp.10.000/unit bagi mobil. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita