oleh

Desak Perda Anjal Segera Diterapkan

Zuibar : Jangan Jadi Alasan

LINGGAU POS ONLINE, WATERVANG – Maraknya Anak Jalanan (Anjal) dan anak punk kembali diresahkan warga. Pasalnya, semakin banyak dan seringkali memaksa ketika meminta uang kepada masyarakat. Bahkan beberapa, ada yang sampai ke rumah-rumah.

Belum lagi, mereka yang berkeliaran di lokasi traffic light hingga malam hari. Hal ini mengganggu kenyamanan masyarakat, khususnya pengendara jalan.

Oleh karena itu, masyarakat kembali mendesak agar Peraturan Daerah (Perda) tentang pengendalian dan pembinaan Anjal segera diterapkan. Karena mereka juga meyakini, aturan ini menjadi satu-satunya solusi untuk menyelesaikan permasalahan ini.

“Kalau mengandalkan penertiban, sejak dulu sudah dilakukan oleh personil Sat Pol PP. Namun hasilnya tetap sama, Anjal dan anak punk kembali berkeliaran dan meresahkan masyarakat. Masyarakat tidak tahu apa kendala aturan tersebut belum diterapkan, namun masyarakat hanya ingin pemerintah tegas dalam menyelesaikan permasalahan ini. Ya salah satunya, segera terapkan aturan tersebut,” tegas Asri (38), warga Kelurahan Pasar Satelit, Rabu (6/12).

Ia yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek, pernah hampir menabrak salah satu Anjal di Simpang Kenanga, Kelurahan Kenanga Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

“Karena anak kecil, mereka belum paham bahaya atau tidak berkeliaran di jalan. Kita mau maju, tiba-tiba dia sudah di depan motor kita. Apalagi malam hari dan hujan, kadang-kadang mereka masih bertahan untuk mencari uang meminta-minta dengan pengendara. Ketika kita tidak hati-hati saat jalanan licin, bisa saja sewaktu-waktu menabrak salah seorang dari mereka,” ungkapnya.

Senada diungkapkan Nita (30), warga Kelurahan Kenanga yang juga mengaku pernah melihat rombongan anak punk ke rumah-rumah untuk meminta. Selain itu, memaksa menyetop pengendara mobil, untuk mendapatkan tumpangan.

“Kasihan yang punya rumah atau mobil, dipaksa oleh mereka. Otomatis mereka jadi ketakutan, atau minimal tidak nyaman. Ini menjadi ‘PR’ pemerintah, untuk segera mencarikan solusi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Lubuklinggau, Zuibar M Alip sebelumnya sudah menyoroti masih banyaknya Anjal dan anak punk yang meresahkan warga. Ia pun terus mendesak pihak Sat Pol PP dan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Lubuklinggau, untuk lebih gencar melakukan penertiban.

“Keluhan warga masih banyak. Bahkan anak punk saat ini sudah berani meminta-minta ke rumah. Kemudian Anjal yang juga semakin banyak, dan mangkal di lampu merah sampai malam hari. Artinya butuh tindakan yang konkret dan aktif. Harus lebih gencar dilakukan penertiban, jangan hanya sekali-sekali saja,” tegas Zuibar.

Belum diterapkannya Perda tentang pengendalian dan pembinaan Anjal, jangan menjadi alasan masih banyaknya anak punk atau Anjal.

“Karena kalaupun sudah di evaluasi, masih butuh proses sosialisasi sebelum diterapkan. Makanya, jangan dijadikan alasan. Yang perlu dilakukan, carikan solusi yang tepat. Salah satunya seperti yang saya tegaskan tadi, lakukan penertiban lebih giat dan gencar,” tegasnya kembali.

Tidak hanya Dinsos dan pihak Sat Pol PP, politisi Partai NasDem ini juga mengimbau agar masyarakat dan pemerintah setempat untuk turut andil dan peduli.

“Masyarakat bisa berkontribusi mengurangi mereka dengan tidak memberikan uang. Pemerintah setempat seperti Lurah dan Camat, tindak lanjuti keluhan warga yang merasa tidak nyaman dengan keberadaan Anjal atau anak punk. Lakukan penertiban melalui personel Trantib mereka, atau tokoh masyarakat setempat,” ungkapnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita