oleh

Desak Pemerintah Segera Urus Izin

Pengelolaan Bendungan Wartervang

LINGGAU POS ONLINE, WATERVANG – Belum dikelolanya objek wisata Bendungan Watervang, membuat objek wisata bendungan ini sepi.

Pengelola bendungan yang dibangun pada tahun 1941 oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda yang berada di Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I mendesak, agar Pemkot kembali mengajukan izin pengelolaan bendungan tersebut.

Karena ketika sudah mendapat izin Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) VIII, bendungan tersebut baru bisa dikelola dengan maksimal oleh pemerintah. Sementara untuk saat ini, bendungan Watervang baru bisa dimanfaatkan untuk mengairi persawahan di wilayah Kota Lubuklinggau ataupun Kabupaten Musi Rawas.

Rafika (28), salah seorang wisatawan mengungkapkan sangat menyayangkan sepinya pengunjung di objek wisata Bendungan Watervang. Sebagai wisatawan dari luar daerah, ia menyarankan agar pemerintah segera mendapatkan izin dan segera mengelola bendungan ini, mengingat keberadaannya di Lubuklinggau sudah cukup terkenal.

“Saya berkunjung ke sini (Watervang, red) untuk liburan, dan mengetahui tempat ini dari internet. Karena tempatnya tidak jauh dari jalan lintas ya kami mampir, tapi ternyata sepi dari pengunjung serta perawatannya juga kurang,” kata Rafika.

Apalagi ia mengakui sempat mendapatkan informasi dari internet, Watervang merupakan objek wisata yang mudah ditempuh, dan bagus. Apabila dirawat dengan baik, bahkan bisa dijadikan ikon Kota Lubuklinggau selain Air Terjun Temam dan Bukit Sulap.

“Untuk itu perlu adanya tindakan nyata dari pemerintah, agar segera memanfaatkan objek wisata yang berada di pusat kota tersebut,” ungkapnya.

Secara terpisah Penjaga Bendungan Watervang, Edi Kusuma (40) mengaku, wisatawan yang berkunjung ke air terjun Watervang seharinya dapat dihitung, tidak seperti pada tahun 2010 dulu ramai.

“Pengunjung sehari-harinya hanya ada lima sampai sepuluh orang. kalau tahun 2010 pengunjung setiap harinya ramai tidak seperti sekarang sepi. Kalau sekarang kebanyakan hanya numpang tempat makan saja, yang sering ke bendungan Watervang setiap harinya rombongan sales, seperti sales rokok, sales mobil, sales makanan dan lain-lain.”ucapnya

Tambah Edi, sebenarnya sangat disayang sekali wisata ada di tengah-tengah kota tetapi sepi,

“Karena kalah, dengan objek wisata lainnya yang memang sudah dikelola dengan baik dan maksimal oleh pemerintah,” tambahnya. (CW01)

Komentar

Rekomendasi Berita