oleh

Desak Pemerintah Hapus Moratorium Penerimaan PNS

Minta Pemkab Mura Anggarkan Insentif Guru Honorer

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Musi Rawas (Mura) mendesak pemerintah pusat melalui pengurus PGRI pusat agar mencabut moratorium penerimaan PNS guru. Pasalnya di Kabupaten Musi Rawas masih kekurangan guru khususnya guru kelas.

Ketua PGRI Kabupaten Musi Rawas, H Hermansyah SPd, MSi menjelaskan, Kabupaten Musi Rawas masih kekurangan guru, diantaranya guru kelas, guru Pendidikan Jasmani (Penjas) dan guru agama.

“Namun yang paling mencolok kekurangan guru kelas 607 orang. Jumlah kelas 1.915, sedangkan jumlah guru kelas yang berstatus PNS 1.308. Kekurangan guru agama 86 orang,” kata pria yang juga menjabat Kepala Unit Pelaksana Tehnis (KUPT) Dinas pendidikan (Disdik) Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, kemarin.

Menurutnya walaupun seluruh guru honorer kategori dua K2 diangkat semua masih kekurangan guru.

“Kalaupun semua guru K2 jumlahnya lebih kurang 360-an diangkat semua jadi PNS, kita masih kekurangan guru,” paparnya sembari menambahkan, jumlah tenaga pendidik dan kependidikan PNS 2.864 orang, honorer 1.864 orang.

Kendati masih kekurangan guru namun proses belajar mengajar berlangsung dengan baik karena kekurangan guru diisi oleh guru honorer.

“Kalau soal proses belajar mengajar berjalan dengan baik karena kekurangan itu diisi oleh tenaga honorer. Untuk itu secara kolektif mulai dari pengurus daerah hingga pusat PGRI mendesak pemerintah mencabut moratorium penerimaan PNS khususnya guru,” tegasnya.

Disamping persoalan kekurangan guru, yang masih menjadi kendala di Kabupaten Musi Rawas masih minimnya infrastruktur jalan yang bagus menuju lokasi sekolah. Faktor geografis tempat guru bertugas dengan

“Terbatasnya infrastruktur sehingga guru yang bertugas di wilayah terpencil, kesulitan seperti Dusun Sri Pengantin Desa Pasenan, Kecamatan STL Ulu Terawas dan kawasan Trans HTI. Itu yang masih menjadi kendala bagi guru untuk bisa menjalankan tugas dengan baik,” paparnya.

Di zaman teknologi saat ini guru dituntut harus mampu mengoperasikan komputer dan mengakses internet untuk meningkatkan kemampuan dan pengayaan materi pelajaran.

“Guru yang bertugas di daerah terpencil kesulitan untuk mengakses internet. Jangankan jaringan internet untuk jaringan komunikasi saja masih menjadi kendala,” ungkapnya.

Hermansyah mengakui bahwa gaji guru honorer masih rendah khususnya guru honorer yang mengajar di sekolah yang jumlah muridnya sedikit. Pasalnya pembayaran gaji guru honorer dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Berdasarkan ketentuan BOS pengalokasian gaji guru honorer hanya 15%, maka bagi sekolah yang jumlah muridnya banyak mungkin bisa memberikan honor yang lebih besar, namun bagi sekolah yang muridnya kurang dari 100 orang dipastikan honornya kecil karena besaran dana BOS berdasarkan jumlah murid. Jadi kalau sekolah yang jumlah muridnya kurang dari 100 gaji guru honor sekitar Rp 150 ribu per bulan. Jujur saja itu memang tidak manusiawi,” jelasnya.

 

Untuk PGRI Kabupaten Musi Rawas mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas bantu memberi tambahan untuk insentif guru honor.

“Kami (PGRI) mendesak Pemerintah Daerah kiranya dapat menganggarkan dana untuk membantu memberikan intensif terhadap guru honorer. Sebenarnya antara PNS guru dan guru honorer secara tenggung jawab sama saja perbedaannya mungkin dari alokasi pendanaan saja,” ucapnya.

Hermansyah mengaku, berdasarkan penjelasan dari Kepala Dinas (Kadisdik) Kabupaten Musi Rawas, H Sukamto bahwa anggaran untuk menambah insentif guru honorer dianggarkan di APBD Kabupaten Musi Rawas tahun anggaran 2018.

“Alhamdulillah berdasarkan penjelasan dari Kadisdik bahwa anggaran untuk insentif guru honor sudah dianggarkan di APBD 2018,” akunya.

Melalui momentum peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI ke-72 tahun 2017 Hermansyah berharap kepada Pemkab Musi Rawas bisa memberikan perhatian lebih besar terhadap guru.

“Kita semua tahu bahwa masa depan bangsa ini sangat besar dari para guru. Kalau porsi kerja tidak berimbang dengan pendapatan otomatis kita tidak bisa memberikan beban terlalu besar kepada mereka. Dan tidak menutup kemungkinan mereka juga akan bekerja setengah hati karena desakan ekonomi, mereka tidak fokus melaksanakan tugas. Kami mohon betul kepada Pemerintah Daerah bisa memberikan perhatian lebih terhadap guru di Kabupaten Musi Rawas ini,” ulasnya.

Hermansyah berharap kepada seluruh guru khususnya di Kabupaten Musi Rawas dapat meningkatkan kebersamaan dan silaturahmi.

“Melalui momentum HGN dan HUT PGRI kita harapkan guru dapat meningkatkan kebersamaan dan silaturahmi. Dan berharap guru-guru tambah solid dan punya kompetensi yang lebih,” harapnya. (08)

Komentar

Rekomendasi Berita