oleh

Desa Trans Subur Rawan Pemadaman Listrik

Petugas PLN Tebas Bayang

LINGGAU POS ONLINE, MUARA BELITI – PLN Rayon Muara Beliti melakukan antisipasi pemadaman aliran listrik di wilayah Kabupaten Musi Rawas dan sekitarnya. Apalagi ada kawasan rawan terjadi pemadaman aliran listrik.

Daerah rawan padam listrik itu adalah Desa Trans Subur Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Mura.

“Upaya yang dilakukan PLN dengan tebas bayang di daerah tersebut, kami menerjunkan petugas ke perkebunan sawit untuk pampas tanaman yang mengganggu jaringan listrik,” kata Manager PT PLN (Persero) WS2JB Area Lahat Rayon Muara Beliti, M Rizal Alfian, pada Linggau Pos, Kamis (17/5).

Rizal, sapaannya menyebutkan salah satu cara yang dilakukan dengan melakukan tebas bayang ke perkebunan sawit untuk mengurangi gangguan.

“Kawasan rawan padam itu berada di Muara Lakitan hingga Desa Transubur. Dengan kendala yang dominan sawit yang tidak bisa dipampas. Tapi kita terus lakukan pampasan dengan menebang pohon sawit yang mengganggu jaringan,” imbuh Rizal.

Mengenai pelayanan PLN di bulan Ramadan, Rizal menyatakan pihaknya terus mengupayakan tak terjadi pemadaman aliran listrik. Jangan sampai, kata dia, pelanggan mengeluhkan terjadi pemadaman listrik saat berbuka dan sahur.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Mura, Yudi Fratama ingatkan pihak PLN, untuk mengantisipasi pemadaman listrik selama bulan Ramadan. Terutama pada waktu kebutuhan listrik, sangat dibutuhkan masyarakat.

Seperti saat berbuka puasa, Salat Tarawih maupun saat sahur. PLN sejak awal sudah harus memastikan, tidak adanya pemadaman pada waktu-waktu tersebut.

“Makanya harus diantisipasi sejak awal. Ketika ada yang harus diperbaiki, ya segera perbaiki. Atau ketika ada pemeliharaan, hindari pada waktu-waktu tadi,” tegas Yudi ketika dimintai tanggapan, Kamis (18/5).

Tidak hanya pihak PLN, kepada masyarakat ia juga mengimbau untuk memastikan, tidak ada tanam atau kebun mereka yang mengganggu kabel listrik.

“Karena kita tahu kabel listrik sangat rentan dengan gesekan. Ketika ada pohon atau tanaman warga yang sudah tinggal dan mengenai jaringan listrik, ya kita minta segera ditebas. Tidak harus menunggu pihak PLN. Jangan sampai karena kita tidak mau tebas sendiri, bisa merugikan orang banyak,” ungkapnya. (08/13)

Rekomendasi Berita