oleh

Derita Lumpuh Layu, Rohman Butuh Bantuan

LINGGAU POS ONLINE, KEMBANG TANJUNG – Rohman (12) warga Desa Kembang Tanjung, Kecamatan Bulang Tengah Suku (BTS) Ulu menderita lumpuh layu.

Menurut sang ayah Nafiah, awalnya Rohman sakit demam layaknya anak-anak biasa. Rohman tidak bisa bergerak, hanya bisa terbujur di ranjang. Untuk makan dan duduk saja Rohman dibantu oleh Nafiah.

“Iya, sejak usia tujuh tahun itu semakin lama badannya semakin lemah dan tidak bisa bangun. Untuk makan saja dia harus dibantu dan kadang perutnya tidak bisa menerima makanan,” ungkap sang ayah, Nafiah pada Linggau Pos, Minggu (12/11).

Nafiah mengatakan setahun yang lalu pernah membawa Rohman ke Puskesmas Sungai Bunut. Oleh Puskesmas langsung dirujuk ke RS Siti Aisyah Kota Lubuklinggau.

“Sudah pernah berobat. Selama tiga hari di RS Siti Aisyah, Rohman tidak membaik. Kondisinya tidak menunjukkan perkembangan. Dari RS Siti Aisyah dirujuk kembali ke Palembang. Minimnya biaya yang kita punya akhirnya kita memutuskan untuk membawa Rohman kembali ke rumah saja tanpa meneruskan pengobatan ke Palembang,” jelas Nafiah.

Nafiah juga mengaku Rohman mendapatkan bantuan kursi roda dari Dinas Sosial (Dinsos) Musi Rawas.

“Untuk duduk di kursi roda saja Rohman perlu disangga agar bisa tegap. Karena kondisi Rohman memang sangat lemah. Kadang makan saja selalu keluar kembali lewat mulutnya,” imbuhnya.

KUPT Puskesmas Sungai Bunut, Asmali Tamrin membenarkan hal itu.

“Benar, kami sudah pernah membuat rujukan untuk Rohman. Tapi mungkin karena kesulitan dari sisi ekonomi jadi tidak dilanjutkan pengobatannya. Untuk saat ini, karena dia di rumah, maka di-back up oleh bidan desa. Makanan tambahan kami beri, pemeriksaan juga berkelanjutan,” kata Asmali Tamrin.

Menurut Asmali Tamrin saat di RS Siti Aisyah, Rohman ditangani dr Zainal, Sp.A.

“Informasi yang saya dapat, ada kelainan saraf. Dan Rohman harus dioperasi. Penyebabnya bukan karena tidak diimunisasi,” jelas Asmali Tamrin lagi.

Di wilayah Puskesmas Sungai Bunut, baru kali ini dijumpai kasus tersebut.

“Iya baru satu kasus ini. Sebenarnya kami siap kalau mau mem-back up perawatan Rohman di rumah sakit. Untuk yang mengawal dan mengantar juga yang mendampingi juga ada. Kan pencairannya per lima hari, nanti dibuatkan lagi untuk lima hari berikutnya. Asal mau dirawat,” imbuhnya.

Menganalisa kasus yang dialami Rohman, dr Ahmar Kurniadi, Sp.PD mengatakan lumpuh layu pada anak-anak bisa disebabkan banyak hal.

“Bisa jadi karena polio karena tidak imunisasi. Jadi terserang virus folio. Hanya saja kalau polio tidak seluruh kakinya. Hanya salah satu saja,” tutur dr Ahmar.

Ia berharap, orang tua Rohman jangan khawatir masalah pembiayaan pengobatan. Karena pemerintah ada program untuk membantu masyarakat kurang mampu.

“Kalau benar yang diidap anak ini polio, sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi. Polio itu, gejalanya lumrah seperti anak flu pada umumnya. Namun lambat laun melemah. Oleh karena itu, kalau punya anak wajib imunisasi. Ketika ditemukan ada anak tidak imunisasi, bisa dianggap tidak bekerja itu Puskesmas di wilayah terdekat si anak tadi,” jelasnya. (18/05)

Komentar

Rekomendasi Berita