oleh

Demo Pembubaran BPJS Ricuh

TANGERANG– Aksi represif aparat pemerintah masih terus terjadi. Sedikitnya lima mahasiswa dan dua anggota Polisi Pamong Praja terluka usai terlibat bentrok di depan gerbang Kantor Wali Kota Tangerang, Rabu (30/1) pagi.
Aksi demonstrasi menuntut kesehatan gratis dan pembubaran BPJS berujung ricuh saat puluhan mahasiswa Front Aksi Mahasiswa (FAM) Tangerang mencoba masuk ke Halaman Pemkot Tangerang. Dimulai dari aksi dorong-dorongan, barisan Satpol PP yang berbaris di depan gerbang langsung bereaksi dengan keras. Kerumunan pendemo yang berada dibelakang terdorong dan langsung disambut dengan provokasi Satpol PP.
Bentrokan tidak dapat dihindarkan. Lima mahasiswa terluka, dua diantaranya mengalami luka dan memar di kepala. Hingga berita ini diturunkan, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang bernama Rian Septiadji (23) pingsan tak sadarkan diri. Sebelumnya, ia mengalami muntah darah.
Sementara itu, sejumlah demonstran menderita luka-luka akibat pukulan ataupun tendangan aparat Satpol PP. Demonstrasi ini merupakan lanjutan dari aksi jahit mulut tiga mahasiswa di depan Kampus STMIK Raharja, Jumat (25/1) lalu.
Dalam demo kemarin, sempat terjadi aksi lempar-lemparan batu antara mahasiswa dan Satpol PP. Batu dari segala ukuran, botol, bangku besi hingga benda-benda tumpul lainnya pun melayang di atas kedua pihak hingga mendarat di kepala korban. Mahasiwa yang terluka kemudian dilarikan ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk mendapat perawatan.
Koordinator aksi Rendi mengatakan, tindakan aparat saat demo berlangsung terbilang provokatif. Saat menangani aksi mahasiswa terlihat sangat berlebihan, padahal mahasiswa hanya mau menyampaikan aspirasi di depan kantor Walikota.
Jika Walikota mau memberikan kami sedikit ruang di depan kantornya, supaya tuntutan kami juga bisa terdengar, maka bentrokan ini sebetulnya dapat dihindarkan, katanya.
Pihaknya juga menyesalkan perlakuan keras aparat Satpol PP kepada sejumlah massa mahasiswa. Hingga malam ini, salah satu kawan kami (Rendi Septiadji-red) tidak sadarkan diri,terangnya.
Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa mendesak agar Walikota Tangerang Arief R Wismansyah melaksanakan janji kesehatan gratis kepada rakyat. Mereka juga menuntut pembubaran BPJS yang semakin mencekik rakyat kecil lewat program urun biaya.”Mahasiswa ingin menyampaikan aspirasinya malah disambut pukulan, dimana hati nurani pemimpin kota ini,” ujar Rendi.
Sementara, Kepala Bidang Tibum Satpol PP Kota Tangerang, Ghufron mengatakan, dua anggotanya juga mengalami luka yang serius.”Anggota kami mengalami luka cukup serius dibagian pelipis, dan sekarang mendapatkan penanganan serius,” terangnya.
Sejumlah polisi terpaksa turun tangan. Mereka menembakan tembakan peringatan ke udara untuk memukul mundur aksi ricuh mahasiswa. Beberapa mahasiswa yang diduga provokator pun diamankam petugas dan akhirnya dilepas beberapa jam kemudian. (fin/tgr)

Rekomendasi Berita