oleh

Demi Rp300 Ribu, Pemuda Dibui

LUBUKLINGGAU – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Senin (14/1) menyidangkan terdakwa Soni Apriyansah (19) warga Jalan Bengawan Solo RT 7 Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II Kota Lubuklinggau.

Soni Apriyansah diduga melakukan tindakan penggelapan atau pencurian satu unit sepeda motor Honda Vario Nomor Polisi (Nopol) BG 2223 HY milik Romi Fadila.

Sidang dipimpin Hakim Siti Yuristya SH,MH didampingi Hakim Anggota Dian Triastuti SH dan Syahreza Papelma SH,MH serta Panitera Pengganti (PP) Rusmiati SH, dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmawati SH.

Oleh JPU, Soni Apriansyah didakwa melanggar Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan atau Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman empat tahun penjara.

Dari surat dakwaan JPU terungkap, Rabu 31 Oktober 2018 sekitar pukul 13.30 WIB, terdakwa bersama dua temannya Firman (DPO) dan Debi (DPO) sekira pukul 13.30 Wib berjalan kaki menuju SMP Negeri 3 Lubuklinggau di Kelurahan Megang Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Sesampainya di depan SMPN 3 Lubuklinggau ketiganya duduk di warung di depan SMPN 3.

Saat itu terdakwa melihat ada dua orang pelajar laki-laki yakni korban dan Riski Syaban sedang mengisi minyak sepeda motornya di warung tersebut, melihat hal itu terdakwa langsung mendekati korban dan Riski Syaban untuk minta dibelikan rokok.

Kemudian Riski Syaban membelikan rokok untuk terdakwa, tak cukup di situ terdakwa kembali memanggil korban dan Riski Syaban untuk diajaknya kedepan SMPN 3 Lubuklinggau.

Saat itu terdakwa bertanya kepada Korban “Kamu ada pacar” lalu dijawab korban “Tidak ada, tapi saya punya mantan pacar yang bernama Juni”.

Terdakwa langsung mengatakan kepada korban bahwa Juni tersebut merupakan adik kandung terdakwa. Selanjutnya ketiganya mengajak korban menuju Gang Jambu (sebelah SMPN 3), sedangkan Riski Syaban menunggu di depan SMPN 3 Lubuklinggau.

Saat sampai di Gang Jambu Kelurahan Megang, mengatakan kepada korban “Adik saya Juni tersebut telah diperkosa. Kau yo yang sudah memerkosa adik aku”. Kemudian korban mengatakan “Aku idak memerkosanyo, temui bae aku samo Juni klo idak percayo”.

Mendengar perkataan korban, terdakwa langsung mengatakan “Sini aku minjam sepeda motor kau untuk jemput Juni” lalu korban menjawab “Ni, nah bawaklah (sambil menyerahkan kunci kontak sepeda motor Vario kepada terdakwa)”.

Setelah itu terdakwa bersama temannya Firman dan Debi pergi berboncengan dengan mengendarai satu unit sepeda motor Honda Vario milik korban ke arah GOR Silampari Kelurahan Megang.

Saat tiba di GOR Silampari, Firman mengatakan “Kau tunggulah di sini, kami nak jual motor ke Rupit”.

Kemudian terdakwa langsung turun dari sepeda motor dan menunggu, sedangkan Firman dan Debi pergi dengan mengendarai sepeda motor tersebut ke arah Rupit.

Sekitar pukul 20.00 WIB, Firman dan Debi datang menemui terdakwa di GOR Silampari dengan berjalan kaki. Keduanya memberikan uang Rp300 ribu, dan satu bungkus rokok serta sebungkus nasi kepada terdakwa.

Dari penjelasan Firman, bahwa sepeda motor tersebut telah digadai seharga Rp1 juta di daerah Rupit. (awj)

Rekomendasi Berita