oleh

Demi Keselamatan, JCH Lansia Salat di Musala Hotel

LINGGAU POS ONLINE – Berbagai Jemaah Calon Haji (JCH) dari seluruh dunia sudah berkumpul di Kota Mekkah. Postur tubuhnya besar dan fisiknya kuat. Maka untuk menjaga keselamatan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang lansia memilih salat di musala.

“Kalau yang muda-muda tetap ke Masjidil Haram. Mereka melakukan inu karena tujuan utama mereka belum selesai yaitu berhaji,” jelas Kontributor Haji asal Kabupaten Muratara Abdullah kepada Linggau Pos, Sabtu (27/7).

Kalau soal kesehatan, Abdullah memastikan seluruh JCH sehat.

Sementara JCH asal Kabupaten Musi Rawas (Mura) tidak sabar lagi menunggu puncak pelaksanaan haji di Arafah-Mudzalifah dan Mina (Armina) 10 Agustus 2019 nanti.

Seperti disampaikan, Kontributor Haji asal Musi Rawas M Rais, saat ini jemaah masih fokus beribadah setiap harinya di Masjid Haram Nabawi Mekkah.

Maka pihaknya senantiasa mengingatkan jemaah agar jaga kesehatan, apalagi saat menjelang puncak pelaksanaan haji di Armina.

“Untuk Armina, jemaah diingatkan untuk pakai APD, sering minum jangan menunggu haus, kurangi aktivitas di luar tenda, bawa obat pribadi optimalisasi oralit dan peduli antarjemaah,” kata M Rais.

Dirinya juga berpesan kepada jamaah, agar jangan sampai dehidrasi saat melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci. Musim haji tahun ini jatuhnya saat musim panas.

“Suhu di Tanah Suci akan sangat tinggi jangan sampai puncak haji atau saat wukuf di Arafah-nya terkendala. Nah jangan sampai dehidrasi,” jelasnya.

Selain itu, selama jemaah haji di Mekkah pihaknya rutin melakukan pemeriksaan. Baik pemeriksaan kesehatan, mau pun pemeriksaan dikamar-kamar jemaah.

“Kita akan pastikan para jemaah sehat semua, dan suhu saat ini antara 40 hingga 41 derajat celcius,” imbaunya.

Sementara itu, hingga Sabtu (27/7), jemaah haji asal Kota Lubuklinggau masih antusias dan semangat menunaikan ibadah wajib, dan setelah ba’da Isya dilanjutkan dengan menunaikan ibadah Umroh Sunnah.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kontributor Haji Harian Pagi Linggau Pos, Ari Narsa JS.

Ia juga mengatakan setiap individu jemaah pastinya akan  mengalami atau menemukan kejadian-kejadian aneh yang tergantung dengan amal ibadah masing-masing waktu di tanah air.

“Pasti ada kejadian langkah tergantung perbuatan, kita harus ihklas dan tidak sombong atau takabur. Kalau takabur kontan kejadiannya,”ungkapnya.

Ari sendiri bersyukur hingga saat ini masih diberikan kelancaran oleh Allah SWT dalam menjalankan ibadah di tanah suci.

“Alhamdulillah lancar , pernah sekali menolong jemaah yang tersesat ketika mau balik ke hotel lupa jalan balik. Nauzubillah minzalik, Allahuakbar,”ceritanya.

Ari juga mengatakan jika kita Ikhlas dan pasrah dalam beribadah, Insya Allah akan ditunjukkan jalan kebenaran dan kemudahan oleh Allah.

“ Ini contoh kejadian, misalkan masalah makan, jangan sekali-sekalu  terucap makanan ini tidak enak dan tidak nafsu makan, kontan saja tidak nian galak makan. Dan ini segera harus salat taubat, Insya Allah akan diampuni. Itulah kenapa nama daerah sekitar Mekah merupakan daerah atau tanah Harom,”jelasnya. (rrf/lik/dlt)

Rekomendasi Berita