oleh

Delapan Pasien MOW dan MOP Dioperasi

MUSI RAWAS – Sedikitnya delapan pasien peserta Metode Operatif Wanita (MOW) dan Medis Operasi Pria (MOP) dilakukan tindakan operasi. Hal itu dipastikan, Kepala Dinas Pembina Potensi Keluarga Besar (DPPKB) Kabupaten Mura, Jemain melalui Kabid KB, Irwansyah beberapa hari lalu.

Pelaksanaan tersebut dijadwalkan selama dua hari, yakni Senin (15/7) dan Selasa (16/7) di RSUD Sobirin. Namun, sebelumnya pasien peserta MOW dan MOP dilakukan pemeriksaan laboratorium dan konsultasi bersama dokter sebelum dilakukan tindakan operasi.

Sebenarnya pelayanan ini dilakukan tidak lain, untuk membantu masyarakat serta menekan angka pertubuhan penduduk.

Adapun vasektomi adalah operasi kecil untuk mencegah transportasi sperma pada testikel dan penis. Cara ini merupakan prosedur untuk mencegah terjadinya kehamilan karena bersifat permanen.

Sedangkan untuk tubektomi, yakni operasi untuk melakukan pemotongan saluran indung telur (tuba fallopi) sehingga sel telur tidak dapat memasuki rahim untuk dibuahi. Operasi ini bersifat permanen, namun dapat disambungkan kembali. Akan tetapi, tingkat fertilitasnya tidak akan kembali seperti sedia kala.

“Mereka yang sudah melakukan bedah ini, tidak akan bisa memiliki anak lagi. Jika tidak ada kehendak dari Yang Maha Kuasa, karena memang sifatnya permanen,” ucapnya.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan, jumlah peserta akan bertambah hingga hari pelaksanaan berlangsung. Selain itu, untuk melakukan operasi harus ada keyakinan penuh dalam diri pasien.

“Ya, harus yakin dan warga yang bersedia melakukan MOW maupun MOP ini, dengan berbagai alasan. Selain tidak ingin menambah anak, juga ada yang karena penyakit, baik itu suaminya maupun alat kelamin,” ujarnya.

Ditambahkannya, untuk warga yang ingin melakukan MOP maupun MOW, tidak serta merta langsung disetujui. Melainkan ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

“Seperti berkoordinasi dengan pemerintah setempat, cek kesehatan di puskesmas, setelah pihak puskesmas menyatakan aman, rujuk kembali ke rumah sakit dan dilakukan pengecekan kesehatan ulang,” jelasnya.

Kemudian jika mamang terdiagnosa ada penyakit lain maupun darah tinggi. Maka harus diobati dulu, setelah itu baru bisa dilakukan operasi. (dlt)

Rekomendasi Berita