oleh

Delapan Kecamatan Rawan Kebakaran

MUSI RAWAS – Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Musi Rawas (Mura), mencatat sepanjang tahun 2018 ada delapan kecamatan yang sering terjadi kebakaran di “Bumi Lan Serasan Sekantenan” ini.

Hal itu dipastikan Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Mura, Syamsul Joko Karyono kepada koran ini saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (7/1).

Delapan kecamatan itu yakni, Kecamatan Tugumulyo dua kali kebakaran, Muara Beliti satu kali kebakaran, Tuah Negeri satu kali kebakaran, Selangit satu kali kebakaran, Tiang Kepumpung Kepungut (TPK) satu kali kebakaran, Sumber Harta satu kali kebakaran, Sukakarya satu kali kebakaran dan Megang Sakti satu kali kebakaran.

Adapun kasus kebakaran yang terjadi di tiap kecamatan itu, yakni terbakarnya rumah penduduk. Pemicu kebakaran adalah arus pendek listrik, kompor gas, serta puntung rokok, termasuk kayu bakar. Tetapi dalam kasus kebakaran itu tidak ada korban jiwa, tapi mengalami kerugian hingga ratusan juta.

Jadi, pihaknya terus memberikan imbauan kepada masyarakat untuk terus waspada dan berhati-hati. Bahkan, sudah memberikan surat edaran ke seluruh kecamatan untuk memberikan imbauan langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) No.45 Tahun 2016 dan Perbup No.33 Tahun 2017 tentang pedoman masyarakat dan ketertiban umum terjadi kebakaran, yang harus dilakukan masyarakat adalah menjauhkan bahan mudah terbakar dan listrik dari jangkauan anak-anak. Kemudian, menggunakan kabel listrik yang sesuai standar dan menggunakan peralatan listrik seperlunya, selanjutnya tidak buang puntung rokok sembarangan, tidak meninggalkan kompor dalam kondisi menyala. Kemudian, tidak membakar sampah sembarangan, pastikan posisi yang aman jika menggunakan racun nyamuk, lampu, genset lilin dan lainnya.

“Kita terus lakukan imbauan kepada masyarakat, baik itu lewat spanduk, media dan lainnya,” kata Syamsul Joko.

Olehnya itu, Syamsul Joko meminta agar masyarakat senantiasa aktif memperhatikan atau mengontrol dampak terjadinya kebakaran tersebut.

“Kita berharap masyarakat dapat mengetahui itu semua, dan jika terjadi kebakaran cepat hubungi anggota Damkar,” imbau pria rama ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mura, Paisol mengatakan, dari beberapa kasus kebakaran itu sebagian disebabkan oleh tindakan kelalaian. Dan memang kerap terjadi saat musim kemarau tiba.

“Mudah-mudahan kasus kebakaran di Kabupaten Mura menurun dibanding tahun lalu, dan kita imbau masyarakat untuk menjauhi bahan yang mudah terbakar,” harapnya. (dlt)

Rekomendasi Berita