oleh

Delapan Desa Tidak Bisa Cairkan DD

LINGGAU POS ONLINE, MURATARA – Kemungkinan besar pembangunan yang bersumber dari Dana Desa (DD) bisa terhenti. Tidak berlanjutnya pembangunan tersebut lantaran 40 % DD tahap kedua tidak bisa dicairkan.

“Pasalnya hingga memasuki minggu kedua Desember akhir tahun 2017. Jadi untuk DD yang terkendala pencairannya ini di delapan desa Kecamatan Rawas Ilir dan Kecamatan Rupit,” jelas Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Muratara, Duman Faschal melalui Kepala Bidang Anggaran, Izhar Rusdi, Kamis (7/12).

Menurut Izhar, delapan desa tersebut belum sama sekali menyampaikan laporan realisasi penggunaan DD tahap pertama tahun 2017. Besarannya 60 %.

“Sampai kini dari 82 desa, masih delapan desa yang belum sama sekali menyerahkan laporan DD tahap pertama, “kata dia,

Delapan desa tersebut, tujuh di Kecamatan Rawas Ilir yakni Desa Air Bening, Desa Batu Kucing, Desa Belani, Desa Beringin Makmur I, Desa Beringin Sakti, Desa Mekar Sari, dan Desa Tanjung Raja. Sementara itu di Kecamatan Rupit yakni satu Desa Karang Anyar.

“Secara aturan, seharusnya laporan tersebut disampaikan oleh pemerintah desa pada Agustus 2017 lalu, tapi inilah kondisinya, masih ada delapan desa yang masih nol laporannya,” terangnya.

Lebih lanjut, Izhar menambahkan kalau sampai dengan akhir Desember ini tidak juga disampaikan maka dana 40 % tidak disalurkan. Otomatis pembangunan yang sudah dibangun tahap pertama akan terhenti. Sesuai dengan persentase tahap pertama yakni 60 %.

Sementara itu, Inspektur Kabupaten Muratara, Romsul Panani mengungkapkan selaku pengawas akan melakukan koordinasi dengan BKD mengenai delapan desa yang belum menyampaikan laporan DD tahap pertama tersebut.

“Selaku pengawas akan melakukan koordinasi dengan pihak keuangan daerah terkait delapan desa yang belum menyampaikan laporan DD tersebut,” jawabnya. (07)

Komentar

Rekomendasi Berita