oleh

Debu Batubara Cemari Air Minum Warga

LINGGAU POS ONLINE, LAHAT – Aktivitas pengangkutan batubara melalui kereta api dari Stasiun Banjarsari Desa Arahan Kecamatan Merapi Timur yang dimulai sejak dua bulan lalu terus mendapat protes dari warga. Pasalnya, aktivitas ini dianggap telah menimbulkan dampak buruk, salah satunya pencemaran berupa polusi debu terhadap air sumur warga sekitar.

“Ini Pak, air dari sumur kami yang selama ini jernih dan sekarang bisa dilihat sendiri kondisinya akibat tercemar debu batubara. Alhasil, kami tidak bisa mengonsumsi air dari sumur lagi saat ini,” kata Silustri Yunus, warga Kampung Lima Desa Arahan seraya memperlihatkan botol berisi air sumurnya dalam pertemuan mediasi yang berlangsung di Op Room Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat, Rabu (20/12)

Karenanya, dirinya meminta agar pengangkutan batubara melalui kereta api ini hendaknya dipertimbangkan kembali. Jangan sampai, aktivitas yang di gadang-gadang menjadi solusi polusi debu di jalanan umum ini malah menimbulkan masalah baru, terutama bagi lingkungan dan kesehatan warga sekitar stasiun.

“Kami sangat terbuka dan ‘welcome’ menyikapi adanya perusahaan yang berinvestasi di Merapi. Namun di sisi lain, keberadaan perusahaan itu hendaknya saling menguntungkan, jangan malah merugikan warga,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, PT RUPS sebagai pihak ketiga yang melakukan pengangkutan batubara dari Stockpile ke Stasiun berkomitmen, bahwa pihaknya akan berupaya menuntaskan masalah lingkungan yang ditimbulkan akibat aktivitas pengangkutan batubara.

“Kita telah merekrut tenaga kerja dari warga sekitar guna membersihkan jalanan selama aktivitas pengangkutan batubara,” kata Iwan Kurniawan, perwakilan PT RUPS.

Terpisah, perwakilan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Hery Purnomo berjanji akan menyampaikan semua keluhan warga seputar pengangkutan batubara melalui kereta api ini kepada Pusat.

“Sebab, kami ini ada bagiannya masing-masing, baik di PT. KAI sendiri maupun pihak ketiga yang bekerja sama dengan kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Lahat H Aswari Riva’i melalui Asisten II Suhirdin berharap permasalahan mengenai dampak dari aktivitas pengangkutan batubara melalui kereta api ini dapat segera terselesaikan dan saling menguntungkan.

“Kami selaku mediator berharap agar pihak Perusahaan dapat mengayomi warga yang terkena dampak akibat aktivitas pengangkutan batubara ini,” harapnya. (02)

Komentar

Rekomendasi Berita