oleh

Debat Tahap 1 Pilkada Muratara, Komitmen Atasi Kemiskinan Mencegah Pengangguran

LINGGAUPOS.CO.ID- Debat publik pertama Pilkada Muratara Tahun 2020 selesai dilaksanakan, Senin (26/10). Debat yang berlangsung live streaming dipandu Moderator Weny itu menghadirkan tiga panelis. Yakni Prof. Didik Susetyo, Prof. Sirozi, Ph.D dan Dr Ardiyan Saptawan dan dipandu oleh moderator, Weny.

Di segmen pertama, masing-masing Pasangan Calon (Paslon) menyampaikan visi dan misi dalam durasi 150 detik.

Calon Bupati Nomor 1 H Devi Suhartoni menjelaskan, ia bersama Calon Wakil Bupati Muratara H Inayatullah memiliki visi mewujudkan Citra Muratara Berhidayah. Misinya peningkatan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan berbasis potensi Sumber Daya Alam (SDA) berwawasan lingkungan dan kearifan lokal. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang berakhlak, toleran, dan harmoni dan peningkatan tata kelola pemerintahan yang cerdas, inovatif, transparan, responsif dan akuntabel, menjalankan pemerintah yang profesional dan bebas KKN.

Misi ini, tegas Devi, mereka susun setelah diselaraskan dengan RPJMN dan RPJMD Provinsi Sumsel dan melihat kondisi keuangan negara saat ini yang sedang mengalami Pandemi Covid-19.

Selanjutnya giliran Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Nomor Urut 2 H Akisropi Ayub- Baikuni Anwar (Akbar) menyampaikan visi dan misi. Baikuni menjelaskan visi dan misi mereka yakni terwujudnya Muratara sebagai daerah agraris yang maju dan sejahtera.

Kenapa daerah agraris yang mereka prioritaskan? Karena akbar tahu mayoritas masyarakat Muratara adalah petani.

Sehingga misi mereka mewujudkan SDM yang berakhlak, berkualitas dan berkarakter, meningkatkan daya saing ekonomi kerja dan sosial serta meningkatkan pemerataan pembangunan, infrasturktur yang berwawasan lingkungan serta tata kelola pemerintah lebih maju.

Akbar juga menawarkan beberapa program unggulan seperti seragam gratis, hingga dibidang kesehatan satu desa satu ambulance tidak perlu sewa.

Sementara Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor Urut 3 HM Syarif Hidayat-Surian Sopian memiliki visi Mewujudkan Muratara yang semakin makmur, aman, cerdas dan bermartabat. Syarif Hidayat menjelaskan mereka selama ini sudah berbuat banyak, infrastruktur dasar sudah dipenuhi dan seluruhnya sudah hampir selesai dan terbukti Muratara banyak mendapat penghargaan.

Capaian prestasi itu tetap akan didukung dengan program unggulan Syarif Surian. Yakni, bidang pendidikan ada bantuan untuk SD, SMP sebesar Rp 500 ribu selama satu tahun karena mereka enggan ada anak yang putus sekolah karena terdampak Covid-19. Pembangunan infrastruktur pun sudah hampir selesai, pembangunan jalan dan jembatan, lalu puskesmas dan rumah sakit serta PLN 100 persen masuk desa sudah dilakukan untuk meningkatkan perekonomian masyakarat. Pihaknya juga menciptakan rasa aman dengan hadirnya Polres defenitif.

Sementara untuk visi cerdas dan bermartabat, Syarif-Surian memiliki program unggulan seperti umrah gratis dan mengirimkan santri belajar tahfidz ke Pulau Jawa juga akan dilanjutkan.

Nah, pada segmen kedua fokus pada penajaman visi-misi paslon. Dimana masing-masing Paslon diberikan waktu 2 menit untuk menjawab pertanyaan yang disiapkan oleh tim panelis.

HDS- Tulah berkesempatan menjawab pertanyaan dari amplop nomor 3. Pertanyaan yang mereka dapat yakni, berkaitan dengan masalah urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota, yang biasanya disebabkan kekurangan lowongan kerja di desa atau kabupaten untuk alumni berpendidikan tinggi. Bagaimana strategi mereka untuk menciptakan lapangan kerja untuk lulusan perguruan tinggi agar mereka mau mengabdi, bekerja dan betah tinggal di Kabupaten Muratara.

Calon Bupati Muratara Nomor Urut 1, Devi menjawab, ia mengakui Muratara tingkat pengangguran terbuka sangat tinggi yaitu 4,22 persen.

“Untuk itu jika kami terpilih kami akan melakukan advokasi, menyiapkan BLK dan mendorong SDA yang ada di Muratara seperti tambang, batu bara minyak dan gas agar dijalankan dengan baik, lalu dengan mempermudah investasi dan menjamin keamanan Muratara. Dengan SDA yang melimpah secara geografis gampang ditempuh ini juga untuk mendorong anak-anak Muratara terutama yang sarjana,” ungkap Devi.

Ustadz Inayatullah menambahkan, kedepan jika terpilih mereka akan manfaatkan lulusan perguruan tinggi menjadi pendamping desa dalam setiap kegiatan pemerintah daerah baik itu dibidang pertanian, peternakan maupun lingkungan hidup. Mereka akan membuat aturan setiap perusahaan yang berinvestasi di Muratara yang kantornya harus berlokasi di Muratara sehingga lebih bermanfaat dalam menciptakan lapangan kerja.

Sementara Paslon Nomor Urut 2, Akis-Baikuni atau Akbar menjawab pertanyaan yang ada di amplop nomor 2. Pertanyaanya terkait visi, misi, program Paslon bagaimana prioritas program mereka untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi diatas 5 %, karena pertumbuhan ekonomi di Muratara tahun 2019 sebesar 4,16 persen.

Akis dengan yakin menjawab prioritas mereka dengan membuka lahan atau sawah yang selama ini tidur atau tidak terbuka, karena selama ini cukup banyak bahkan lebih 80 persen.

“Kami akan menggandeng investor yang menjadi mitra untuk membuka lahan sawah ini. Selanjutnya karena Muratara DOB, ada potensi pariwisata unik, danau yang sampai saat ini tidak bisa diukur kedalamannya menurut petuah masyarakat di Muratara, jika kami pasarkan banyak orang yang datang ke Muratara. Kami juga akan membuka BLK bertaraf internasional, mungkin yang lain tertawa tapi ini harus bisa, kenapa tidak. Kita undang tenaga ahli dari ibukota dan luar negeri, bahkan kami sudah adakan komunikasi di Jakarta dan Malaysia, lalu kita hitung anggaranya dan kita bisa. Termasuk regulasi yang dibutuhkan juga akan kita penuhi. Sehingga anak-anak yang putus sekolah lalu ke BLK mereka punya sertifikat bertaraf internasional,” jelas Akis.

Paslon Nomor Urut 3, Syarif-Surian mendapat pertanyaan dalam amplop 1. Pertanyaaanya, salah satu kunci sukses untuk kegiatan pembangunan adalah kemitraan atau kerja sama yang baik antara pemerintah dengan ulama. Jika kedua unsur ini bekerja sama dengan baik maka kegiatan pembangun lancar, masyarakat sejahtera serta taat dengan pemimpin mereka.

Jika kedua unsur ini tidak bisa kerja sama dengan baik dan sering terlibat konflik maka berbagai kegiatan pembangunan akan sulit berjalan, masyarakat tidak disiplin dan tidak patuh pada pimpinan mereka. Maka jelaskan bagaimana strategi yang akan mereka jalankan agar kedepan ulama dan umaro di Muratara dapat bekerja sama, bersinergi deng baik dalam merumuskan, menjalankan dan mengawal berbagai kebijakan program pembangunan.

Calon Bupati Muratara, Syarif Hidayat saat menjawabpun menegaskan jika bersinergi dengan ulama sudah berjalan 5 tahun ini. Ia tetap meminta pendapat dari ustad dan kyai yang ada di Muratara. Bahkan ia mengaku banyak mendapat masukan dari kyai bahwa Muratara kedepan harus aman cerdas dan bermartabat.

“Dasar itu yang membuat saya-DPRD-Kyai bekerja sama membangun Muratara seutuhnya. Menurut saya membangun seutuhnya itu ada empat point yakni agama yang kuat, pendidikan yang baik, ekonomi mapan dan kondusi wilayah aman. Insya allah keempat point ini sudah terpenuhi,” ungkap Syarif.

Saran ulama, lanjutnya, yang sudah mereka jalankan seperti bantuan untuk pesantren, guru, rumah ibadah, umroh gratis hingga mengirimkan santri ke Pulau Jawa serta menjauhi korupsi.

# Debat Sesi 3
Debat lanjut ke segmen ketiga, yakni penajaman program unggulan masing-masing Paslon. Dimana pertanyaan langsung disampaikan oleh masing-masing panelis ke Paslon dengan waktu 120 detik.

Kesempatan pertama Panelis Prof. Didik Susetya yang bertanya ke Paslon Nomor Urut 1, HDS-Tullah. Pertanyaanya yang disamp

Prof Didik menanyakan, melihat sumber PAD di Muratara sebetulnya besar dan bisa optimal, tetapi laporan ditahun 2019 PAD di Muratara hanya Rp 39 miliar, sedangkan anggaranya diatas Rp 1 triliun, artinya ketergantungan dengan pusat masih besar. Bagaimana program nyata kedepanya untuk meningkatkan PAD di Muratara.

Devi pun langsung menjawab, bahwa mereka sudah mengetahui itu dan sudah menginventarisir sumber PAD terutama dibidang perkebunan dan pertambangan. Mereka juga kedepan akan menekan investor untuk memperkerjakan pekerja lokal.

Sementara Panelis Prof Dr Sirozi melontarkan pertanyaan ke Paslon Nomor Urut 3.

Menurutnya, satu teriakan warga Muratara saat ini minta jaringan internet. Memang di era 4.0 ia menjelaskan, mau tidak mau semua layanan publik harus dikelola dan dikendalikan dengan teknologi digiltal. Ini satu-satunyanya cara agar layanan publik lebih efektif, efesien, transparan dan akuntabel, sehingga pusat pelayanan publik apalagi Pemda tidak punya pilihan lain harus membenahi infrastruktur digital, kalau tidak akan ditinggalkan masyarakat.

“Di Muratara harus kita akui masih sangat lemah infrastruktur digital, jaringan internet masih susah dan banyak sekolah tidak ada jaringan internet. Pertanyaan saya apa program anda yang menjadi prioritas agar infrastruktur digital dipercepat di Muratara ?” tanya Prof Sirozi kepada Paslon Nomor 3.

Syarif pun menjawab bahwa saat ini sebagian daerah/desa di Muratara sudah memiliki jaringan internet, namun diakui belum semua desa. Namun pihaknya bangga sudah menerima surat dari Menteri PDT bahwa 2021 akan dituntaskan jaringan internet masuk ke seluruh desa di Muratara.

“Jangan katakan tertinggal itu kebodohan, tetapi karena DOB-nya justru itu jangan kecewa tetapi banyak bantuan yang mengalir ke Muratara salah satunya ini. Sekarang tidak banyak lagi desa yang tidak ada internet karena kita ada bantuan wifi karena kami sudah surati Kominfo. Memang belum sempurna,” tegasnya.

Lalu, Panelis Dr Ardiyan Saptawan memberikan pertanyaan untuk Paslon Nomor 2, Akis-Baikuni.
Ardiyan Saptawan memaparkan, berdasarkan LKPJ kepada DPRD ditahun 2019 angka kemiskinan di Muratara cukup tinggi mencapai 19,12 persen, lebih tinggi dari tingkat nasional yang hanya 9,22 persen.

“Kalau rakyatnya miskin, pemerintah harus tanggung jawab. Bagiamana strategi anda agar masyarakat tidak terpuruk terhadp kemiskinan tersebut?” tanya Ardiyan kepada pasangan Akbar.

Akisropi mengakui Kabupaten Muratara penyumbang terbesar angka kemiskinan di Sumsel, bahkan nomor urut 17. Sementara ditahun 2016 lalu Muratara diperingkat ke 14, artinya ada kemunduran.

“Ini tugas kami untuk merubahnya, hal ini tidak boleh kita biarkan karena memang kita ini tertinggal. Kami meyakinkan masyarakat setiap kunjungan ke desa masyarakat butuh perubahan. Kita akan membuka regulasi terhadap investor berkaitan penyediaan tenaga kerja sehingga masyarakat kita tidak menonton di rumah sendiri. Saat ini banyak itu, makanya daerah kita miskin dan tertingga. Kita sudah punya konsep 3 tahun daerah tertinggal kita selesaikan,” tegasnya.

Jawaban dilanjutkan oleh pasanganya, Baikuni yang menegaskan jika kemiskinan akan berkaitan dengan penghasilan. Maka kedepan mereka akan buka SDA yang ada di Muratara untuk meningkatkan penghasilan masyarakat di Muratara.

Debat Sesi 4

Pada sesi 4 antar paslon saling memberikan pertanyaan. Baik visi misi dan kinerja yang akan dilakukan jika terpilih menjadi Bupati Muratara.

Paslon Nomor 1, HDS-Tullah memberikan pertanyaan kepada Paslon Nomor 2 Akis-Baikun terkait strategi mengurangi angka kemiskinan di Muratara yang berada di rate 19,49.

Akis menyampaikan strategi yang akan dilakukan untuk menurunkan angka kemiskinan dengan memberikan stimulus kepada UKM yang ada di Muratara dan memberikan pelatihan keterampilan kepada ibu rumah tangga serta remaja putus sekolah. Sehingga bisa terampil membuat kuliner atau keterampilan lain yang dapat memiliki nilai ekonomis.

Baikuni menambahkan dengan sumber daya lahan yang ada akan mengudang investor baik di bidang pertambangan maupun pertanian. Sehingga tenaga kerja lokal dan tenaga kerja dari luar yang disesuaikan regulasinya 60-40. Namun tetap tenaga lokal yang ber KTP Muratara diperioritaskan.

Lanjut, Akis Baikuni menanyakan ke Paslon Nomor 3, Syarif Surian mengenai program tunjangan kaum dhuafa, orang miskin, dan lansia yang bisa dianggarkan dalam APBD.

Syarif menjelaskan tunjangan tersebut bisa dianggarkan dalam APBD karena itu merupakan kepentingan untuk rakyat dan tidak menyalahi aturan. Pandemi Covid-19 ini berdampak pada anak putus sekolah. Maka dari itu, Syarif dan Surian bertekad untuk membantu anak-anak sekolah jangan sampai putus sekolah dengan memberikan bantuan dan tunjangan.

“Covid 19 ini sangat berdampak bagi anak sekolah. Maka dari itu, jika nanti terpilih, kita akan berikan bantuan yang masuk ke dalam LPJMD. Ketika masuk sekolah di tahun ajaran baru akan cairkan. Kita tidak ingin melihat anak putus sekolah. Begitu juga Idul Fitri, bantuan untuk lansia juga dicairkan. Petani yang tidak mampu menggarap sawah pada musim tanam akan kita bantu menyediakan alat pertanian sehingga petani tidak ada yang menyewa,” jelasnya.

Sementara itu, Syarif menanyakan kepada HDS Tullah mengenai strategi menjalankan visi meningkatkan IPM yang berakhlak, toleran, dan harmoni.

HDS menjelaskan saat ini Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Muratara berjumlah 63. Maka dari itu, pasangan nomor urut 1 tersebut ingin menaikkan IPM menjadi 70 yang mana langkah-langkahnya antara lain meningkatkan kualitas pendidikan baik guru maupun siswanya.

Karena ini sudah ada tercantum di UUD RI 45 Pasal 31 yakni setiap warga negara wajib mendapat pendidikan tanpa terkecuali dan negara harus memperhatikan itu. Sebagai putra daerah Muratara, HDS mempunyai mimpi Muratara dapat memiliki SDA yang hebat hingga tingkat nasional.

“Saat ini guru di Muratara gajinya sangat rendah. Ada yang digaji Rp 300 ribu, Rp 600 ribu. Jika terpilih kebijakan yang akan saya lakukan menaikkan gaji guru-guru minimal Rp 1,5 juta serta pelatihan. Hal ini untuk mendorong agar mereka dapat mengajar dengan baik. Semua guru dan siswa akan dites psikologinya untuk melihat kekuatan dan kelemahan yang ada pada dirinya. Andai ada guru yang belum menjadi sarjana akan dibeasiswakan untuk menjadi sarjana. Karena SDM itu sangat penting,” jelasnya.

Akis juga menanyakan kepada HDS terkait percepatan pembanguan infrastrukur selama menjabat sebagai Wakil Bupati Mutarata periode 2015-2020.

HDS menjelaskan selama menjadi Wakil Bupati Muratara, lebih kurang sudah membangun jalan dan jembatan lebih kurang 200 KM. Jika ia terpilih kembali menjadi pemerintah Muratara, HDS akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan terutama di Ulu Rawas, Rawas Iilir, dan Nibung.

“Jika terpilih saya jamin tidak ada jalan masyarakat yang berlumpur walupun belum diaspal. Karena Muratara punya batuan yang banyak, punya alat berat dan truk. Daerah yang tidak bisa dilewati tinggal angkat saja batu dari Rawas Ulu. Ketersediaan SDA yang sangat banyak dan dapat kita ambil supaya tetap memperhatikan lingkungan hidupnya,” paparnya.

Selanjutnya Syarif mempertanyakan cara Akis Baikuni untuk meminimalisir gini rasio di Muratara.

Akis menjelaskan untuk mengurangi kesenjangan ekonomi, pasangan Nomor Urut 2 ini akan memberikan peluang kepada masyarakat kurang mampu untuk lebih diberdayakan. Jika ada masyarakat yang bisa bertani tapi tidak punya tanah akan difasilitasi tanah untuk digarap. Karena di Muratara masih banyak tanah yang terlantar, jadi pemerintah bisa memberikan hak garap kepada petani.
Baikuni menambahkan perbedaan kesenjangan ada faktor utama penyebabnya, seperti berbedanya tingkat pendidikan dan kemampuan seorang untuk mendapatkansestuat maka dari itu kiya strakan tigkat pendidikan visi misi kita.

“Sekolah gratis sudah dari pusat, maka kita berikan pakaian sekolah gratis supaya anak bisa sekolah dan tidak membebaniorang tua. Adanya tingkat pendidikan yang tinggi sehingga daya kemapuan SDA bisa bersaing dan dapat menemukan pekerjaan dan tentunya bekerja dapat penghasilan,” jelasnya.(*)

Sumber: Linggau Pos

Rekomendasi Berita