oleh

Data Invalid, Gaji Terlambat

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) telah memutuskan ‘ramuan’ pencairan gaji honorer guru SMA/SMK.

“Sekarang ini, modal untuk mencairkan gaji honorer SMA/SMK itu tergantung Surat Perjanjian Kerja (SPK). Memang bukan Disdik Provinsi Sumsel yang buat perjanjian. Provinsi hanya memberikan gaji berdasarkan SPK antara kepala sekolah dengan guru yang bersangkutan,” jelas Ketua PGRI Kabupaten Musi Rawas H Hermansyah, melalui Wakilnya Rifai, kemarin.

Untuk gaji guru honorer triwulan I dan II tahun 2017 sudah dicairkan.

“ Di SMAN Kelingi ada tiga guru. Namun, sekalipun terlambat gaji, kami tetap berusaha mengomunikasikannya dengan guru. Apalagi diperkenankan menarik SPP. Kami sempat pakai dana talangan sebelum dana gaji mereka turun. Saya sampaikan ke mereka ini pinjaman pakai dana komite dulu. Nanti kalau gajian mereka cair, dibayar. Jumlahnya Rp 1,8 juta per bulan. Jadi Rp 5,4 juta per triwulan,” jelas Rifai, yang juga memimpin SMAN Muara Kelingi itu.

Ia memastikan gaji untuk guru honorer sampai Bulan Desember sudah disiapkan Disdik Provinsi Sumsel.

Sementara itu, Ketua MKKS Kabupaten Musi Rawas, Hairul Aswar mengatakan jumlah honorer SMA/SMK di Kabupaten Musi Rawas lebih kurang 90 orang.

“Semuannya sudah gajian, tidak ada guru honorer yang tidak gajian, awal November 2017 yang lalu gajiannya. Gaji yang diberikan cukup besar Rp 1,8 Juta per bulannya, gajiannya tiga bulan sekali,” kata Hairul.

Menurut Hairul, kalau dulu gaji TKS jumlahnya Rp 600 ribu, namun saat ini sudah lumayan besar, mencapai Rp 1,8 juta per bulan.

“Sering terlambat saat ini, karena data dari kita tidak valid, makanya terjadi keterlambatan gajian. Karena, banyak yang kurang 16 jam mengajarnya, padahal sesuai aturan harus lebih dari 16 jam,”tuturnya.

Setelah datanya sudah valid, maka 90 orang tenaga honorer ini semuanya sudah gajian. (05/12)

Komentar

Rekomendasi Berita