oleh

Data BPS Dinilai Salah

Dewan Sampaikan Rekomendasi

LINGGAU POS ONLINE, MAJAPAHIT – DPRD Kota Lubuklinggau, laksanakan rapat paripurna istimewa dengan agenda penyampaian rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Masa Jabatan (AMJ) Walikota dan Wakil Walikota Lubuklinggau periode 2013-2018. Melalui juru bicara DPRD Sutrisno Amin, ada beberapa catatan yang disampaikan oleh DPRD melalui rekomendasi mereka.

Pertama mengenai, data yang dinilai DPRD belum lengkap. Sehingga menurut mereka, LKPJ AMJ yang disampaikan pihak eksekutif belum dapat menjadi tolak ukur bagi DPRD untuk memberikan rekomendasi.

“Selain itu, seharusnya LKPJ AMJ disusun oleh tim yang betul-betul paham. Sehingga data yang disampaikan betul-betul valid, dan dijelaskan secara lengkap. LKPJ AMJ, sudah seharusnya mendapat perhatian yang serius oleh eksekutif,” ungkap Sutrisno Amin.

Sebagai contoh, beberapa data yang diberikan eksekutif hanya seputar target.

“Sementara tidak disertai data realisasi, yang bisa dicapai. Dengan begitu, baru bisa kita evaluasi dan kita berikan penilaian,” tegasnya.

Namun politisi dari Partai Hanura ini melanjutkan, penyampaian LKPJ AMJ dilakukan penilaian. Dengan pengkajian yang lebih mendalam, tingkat komisi-komisi.

“Berdasarkan hasil pembahasan, akhirnya menggembirakan karena semua meningkat. Kalaupun ada catatan, wajar-wajar saja. Seperti untuk pertumbuhan ekonomi yang mengalami peningkatan dari tahun 2013 hanya 3,37 %, pada tahun 2016 menjadi 6,33 %. Begitu juga untuk pendapatan per kapita yang juga mengalami peningkatan hingga Rp 16.588.000, IPM dari 72,55 % meningkat tahun 2016 menjadi 73,57 %. Nilai investasi dari Rp 886 juta meningkat menjadi Rp 1,8 triliun. Sementara, penduduk miskin mengalami penurunan dari 14,37% tahun 2013, saat ini menjadi 13,99%,” ungkapnya.

Hanya saja yang menjadi sorotan mereka, mengenai data pengangguran yang dinilai salah. Karena tidak sesuai dengan fakta, serta kondisi yang ada saat ini.

“Dan data itu real kita dapat dari BPS. Yakni tahun 2013 angka pengangguran sebanyak 7,19%, dan tahun 2017 alami peningkatan menjadi 10,21% atau meningkat sebesar 2,84%. Menurut kami ini salah data, karena tidak sinkron dengan keadaan saat ini. Secara realistis saja, dari data nilai investasi kita meningkat. Pendapatan per kapita juga meningkat, serta IPM kita juga meningkat. Secara kasat mata, kita juga bisa melihat banyaknya hotel, pusat perbelanjaan yang menampung tenaga kerja lokal. Makanya saat rapat, hal ini kita garis bawahi dan kita soroti,” ungkapnya.

Terakhir, pihaknya juga menyoroti kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Beberapa kita evaluasi. Seperti mengenai kedisiplinan, serta pendistribusian pegawai yang di beberapa instansi menumpuk,” tambahnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita