oleh

Dapur Rumah Azhari Terbawa Longsor

LINGGAU POS ONLINE, CURUP – Bencana longsor mulai mengancam rumah warga. Terbukti dapur rumah milik Azhari (35) warga Dusun II Desa Taba Renah Kecamatan Curup Utara terbawa arus longsor.

Kejadian itu berlangsung Rabu (10/1) sekitar pukul 19.00 WIB.

Tak hanya dapur miliknya tapi sebagian ruangan rumahnya terancam ikut terbawa longsor. Lantaran saat ini pondasi dan tembok sudah retak.

Selain rumah Azhari, akrab dipanggil Lali oleh warga sekitar, rumah warga lainnya yang berada di sisi kanan dan kiri rumahnya juga terancam terkena longsor.

“Dapur terbawanya tadi malam sekitar pukul 18.00 WIB,” tutur Azhari ditemui di rumahnya.

Sebelum terkena longsor, kata dia, dirinya bersama ibu tinggal di rumah memang sudah mengungsi ke rumah keluarganya. Lantaran tanda-tanda terkena longsor sudah terlihat sejak kemarin siang.

“Pas dapur terbawa longsor kami memang sudah tidak berada di dalam rumah karena memang kondisinya khawatir terkena longsor,” aku Azhari berharap kondisi ini bisa segera ditangani pihak terkait. Agar longsor susulan tidak kembali terjadi.

Selain rumahnya, ada beberapa rumah yang terancam terbawa longsor, diantaranya rumah milik Syamsiah, Sainul, Anton dan Nusirwan. Menurut keterangan Edi, keluarga korban longsor, kondisi beberapa rumah terancam longsor saat ini tidak bisa tidur nyenyak pada malam hari.

“Selain tembok sudah retak, bagian tanah berada di bibir rumah mulai retak-retak. Anak saya Anton, kalau malam juga tidak berani tidur di bagian belakang rumahnya, karena di bagian belakangnya sudah berada di bibir longsor,”katanya.

Menurutnya, longsor yang terjadi disebabkan karena arus aliran sungai berada di belakang rumah warga yang sering disebut sungai Air Kudu ini jika hujan airnya akan membesar.

“Sungai di belakang rumah ini kan menikung, kalau alirannya besar menabrak tanah sehingga menyebabkan gerusan tanah terkikis hingga menyebabkan longsor,”jelasnya.

Saat terjadi longsor tadi malam, tambahnya, memang tidak terjadi hujan, namun diperkirakan karena kikisan dan tanah yang curam dan disebabkan karena kikisan air sungai pada hari-hari sebelumnya menyebabkan longsor terjadi.

“Sekarang anak saya tidurnya di bagian depan, kalau khawatir tidur di rumah saya,” tambahnya.

Pantauan Linggau Pos, longsor terjadi di bibir sungai Air Kudu sepanjang sekitar 40 meter dengan kedalaman mencapai 20 meter. Selain dapur milik warga yang sudah terbawa, beberapa rumah lainnya terancam terbawa.

Bahkan, beberapa keluarga korban bergotong royong untuk membuat dapur dan bagian rumah lainnya yang sudah berada di bibir longsor mengantisipasi kemungkinan adanya longsor susulan. Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Rejang Lebong, Basuki, belum bisa dikonfirmasi saat dihubungi via whatsApp. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita