oleh

Dapat Sabuk Hitam

LINGGAU POS ONLINE, LUBUK KUPANG – Bandung Karate Club (BKC) Kota Lubuklinggau, melaksanakan ujian kenaikan tingkat Minggu (26/11). Kegiatan itu terpusat di Aula Lantai IV SMK Yadika, Jalan HM Soeharto, Kelurahan Lubuk Kupang, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I.

Sebelum dilaksanakan ujian kenaikan tingkat, Kepala SMK Yadika Lubuklinggau CH Ibramsyah sempat mengikuti uji coba kenaikan tingkat. Dari beberapa jurus karate yang dilakukannya, Pembina Bandung Karate Club AKBP Hajjat Mabrur Bujangga memasangkan sabuk hitam untuk CH Ibramsyah.

Saat diwawancara, CH Ibramsyah bersyukur atas kepercayaan yang diberikan Pembina BKC Lubuklinggau.

“Ini suatu kehormatan bagi kami. Kebetulan di SMK Yadika Lubuklinggau, ekstrakulikuler karate dilaksanakan setiap Rabu dan Jumat. Sebutan untuk sekolah kami, Dojo DL Sitorus,” jelas Ibramsyah.

Ia menjelaskan, siswa-siswi SMK Yadika yang mengikuti ekstrakulikuler ini dilatih Kang Ondo. Dan Ibram berharap, 10 ekstrakulikuler yang ada di SMK Yadika termasuk karate bisa menjadi wadah positif untuk siswa-siswinya agar tidak tergiur pada aktivitas negatif.

“Jangan sampai anak-anak kami tidak ada kesibukan. Makanya apapun potensi mereka, kami support,” jelas bapak yang kini sedang menempuh studi doktor itu.

AKBP Hajjat mengatakan, pihaknya mengapresiasi besarnya minat masyarakat Lubuklinggau untuk ikut BKC.

“Jadi dari anak kelas 1 SD ada yang ikut. Dan BKC ini yang membuat istimewa erat sekali kekeluargaannya. Seluruh lapisan masyarakat kami rangkul. Jumlahnya sekarang sudah 500-an yang terdaftar. Pelatihnya kita ada tiga, yakni Ondo, Marbun dan Khodirun. Lokasi latihannya di Polres Lubuklinggau, SMK Yadika, SDN 56 dan SDN 44 Lubuklinggau,” jelasnya lagi.

Bapak yang sejak kelas V SD aktif di BKC itu menerangkan, banyak manfaat yang didapat selama ikut BKC.

“Selain menambah teman, secara fisik membantu menguatkan dan pertumbuhan tubuh anak. Dari sisi prestasi, sudah banyak karateka kami yang ikut bertanding dalam tiga event, diantaranya di Batam dan Bengkulu. Dan Alhamdulillah sekalipun usia BKC di Lubuklinggau belum sampai satu tahun, sudah berprestasi,” jelasnya.

Karate, lanjut AKBP Hajjat memastikan bisa mencegah anak tergiur pergaulan bebas, narkoba, dan hal negatif lain.

“Anak kan makin sibuk, jadi ini sangat positif. Karate juga mengajarkan mereka untuk rutin berolahraga. Dari sisi emosional, karateka akan memiliki jiwa-jiwa kesatria, salah satunya bertanggung jawab untuk belajar, punya visi yang jelas untuk kehidupannya. Untuk bisa sampai ke tingkat sabuk hitam, anak-anak ini perlu berlatih selama tiga tahun tak putus-putus,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan, sebagaimana yang ditanamkan oleh para pelatih bahwa setiap karateka harus mampu mempertinggi kejujuran, mempertahankan kebenaran, mempertinggi prestasi, menguasai diri, menjaga nama baik perguruan.

“Jadi emosional quetions-nya teruji. Mereka pakai ilmu karate bukan untuk berkelahi. Tapi untuk membela diri ketika mungkin terzalimi. Tapi kalau misalkan ada yang berkelahi karena menzalimi, bisa kena sanksi. Karena dia secara tidak langsung mencemarkan nama perguruan,” tandas AKBP Hajjat.

Tak ketinggalan Ny Hajat pun sudah bergabung di BKC. Menurutnya, sekalipun wanita penting untuk bisa melindungi dan mempertahankan diri.

“Ya kita punya basis karate. Tapi bukan berarti mengesampingkan kodrat sebagai wanita. Karate ini kalau bagi saya pribadi, bisa melatih fisik, juga mental,” imbuhnya.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita