oleh

Dani dan Krisna Dibawa ke Psikiater

Ditangani KPAD Mura

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Kekejian RS (31) yang tega menghabisi nyawa istrinya, Z (29) menyisakan masalah baru.

Kedua anak pasangan suami istri ini, yaitu Dani (11) dan Krisna (5) diduga trauma. Sebab, keduanya menyaksikan sendiri bagaimana kekejaman RS saat menghujamkan sebilah pisau ke tubuh Z, hingga 17 kali.

Sampai kini, Krisna masih sering maracau. Bibirnya secara terus menerus mengatakan ‘Bak bunuh mak aku (ayah membunuh ibuku). Sementara Dani memilih diam. Dan tak tertarik melakukan kegiatan apapun. Keduanya, saat ini berada dalam lindungan sang paman, Darmadi di Desa Durian Remuk, Kecamatan Muara Beliti.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Musi Rawas (Mura), H Ngimanudin, Rabu (6/12).

Kemarin, pihaknya sudah mulai melakukan investigasi ke TKP pembunuhan.

“Sayangnya kita belum bertemu dengan kedua anaknya, karena sudah dibawa pihak keluarga ke Desa Durian Remuk. Untuk itu, akan kita jadwalkan ulang kunjungan ke rumah keluarganya di Desa Durian Remuk, untuk melakukan investigasi dan berbincang dengan pihak keluarga,” ungkap Ngimanudin.

Ia menegaskan, pendampingan untuk menghilangkan trauma kepada kedua anak korban, menjadi tanggung jawab KPAD Musi Rawas.

“Saat ini kita fokus untuk mendampingi keduanya, jangan sampai mengalami trauma yang berlanjut. Mendampingi kedua anak itu dengan membawa mereka ke psikiater, menjadi upaya pertama kita saat ini. Insya Allah ketika bertemu dengan keluarga korban, kita akan segera meminta izin agar anaknya boleh kita bawa ke psikiater,” ungkapnya kembali.

Untuk tindakan selanjutnya, pihaknya akan melakukan sesuai dengan apa yang menjadi petunjuk psikiater.

“Apakah perlu disekolahkan ke pondok pesantren, atau pengobatan lebih lanjut semua kita lakukan sesuai petunjuk psikiater,” jelasnya.

Ia mengakui kalau kejadian ini menjadi perhatian mereka, karena termasuk kejadian luar biasa.

“Kita siap mendampingi sang anak sampai sembuh, dan memastikan tidak ada trauma yang bisa saja berdampak ketika mereka dewasa nanti,” tambahnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita