oleh

Dandim ungkap Ada Perusahaan di Muratara Diduga Sengaja Bakar Lahan

LINGGAU POS ONLINE –  Komandan Kodim (Dandim) 0406/MLM Letkol Inf M A’an Setiawan mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan walau dengan alasan apapun.

“Saya himbau masyarakat Muratara dalam membuka lahan untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan hutan, karena sangat membahayakan. Apalagi saat ini sedang musim kemarau,” kata Dandim 0406/MLM Letkol Inf M A’an Setiawan, beberapa waktu lalu.

Ditegaskan Dandim, selain berbahaya, bila ketahuan membuka lahan dengan sengaja dibakar dan cara pembayarannya keluar dari peraturan yang berlaku maka akan dikenakan sangsi hukum.

“kami sarankan agar jangan coba coba membuka lahan dengan dibakar, karena harus diketahui andai tindakan tersebut diketahui maka akan ada sangsi hukum bagi pelaku” tegasnya.

Dalam kesempatan terbut Dandim menghimbau agar masyarakat merubah polah membuka lahan, dari hal yang biasa dilakukan dengan membakar, diubah dengan cara lain yang lebih ramah.

“Karena ingin menghemat biaya, akhirnya masyarakat membuka lahan dengan dibakar, pola seperti itu dari tahun ketahuan tidak pernah berubah, semestinya carilah cara lain yang lebih rama,” himbaunya.

Maka dari itu, Dandim sangat mengharapkan peran penting dari pemerintah, maupun Pemerintah Desa, dalam mencari solusi agar masyakat merubah pola membuka lahan, menjadi lebih ramah lingkungan.

“Lahan itu sangat berkaitan dengan Dinas Pertanian. Seharusnya memberikan solusi, seperti meminjamkan alat berat untuk membuka lahan, sehingga tidak ada lagi pembakaran lahan terjadi.” harapnya

Ditambahnya pemerintah desa pun diharapkan demikian. Ada anggaran dana desa, belikan alat buat kelompok tani. Alat yang dapat digunakan untuk membuka lahan. “Andai semua bergerak, kita yakin kebakaran akan dapat dihindari,” tambahnya.

Dijelaskan Dandim, sejak akhir Juni hotspot di Muratara nya mulai bermunculan, dan hal tersebut selalu bertambah dari hari ke harinya sampai akhir Agutus.

“Hotspot di Muratara berasal dari lahan-lahan milik perusahaan. Karena itulah, petugas gabungan dari Danramil serta Damkar kewalahan, karena hambir setiap hari dengan luasan lahan dua hektar lahan di perusahaan terbakar,” jelasnya.

Ia sangat menyayangkan kelakuan dari pihak perusahaan, yang dirasa kurang respek, dan acuh tak acuh untuk membantu memadamkan api, padahal kebakaran terjadi di lahan milik mereka.

“Saat kita kewalahan dalam memadamkan api, pihak perusahaan malah setengah hati membantu. Karena  peralatannya serta pekerjanya tidak dikerahkan untuk membantu kita, bukan sekali. Kebakaran setiap hari selalu ada, dan lokasinya berkesinambungan, seperti direncanakan, hal tersebut membuat kita geregetan,” ungkapnya.

Diteruskan Dandim, Karena dinilai ada indikasi kesengajaan akhirnya, permasalahan tersebut ditindak lanjuti oleh tim dari Polres Musi Rawas.

“Ada dua perusahaan, yaitu PT DMIL dan PT BSS yang saat ini sudah ditindaklanjuti oleh tim dari Polres Mura, dan kabarnya sudah ada yang dipanggil,” jelasnya.

Terpisah, Kabag Ops Polres Mura Kompol Handoko Sanjaya, mengatakan bahwa di Muratara sudah ada beberapa perusahaan yang telah masuk dalam penyelidikan.

“Di Mura ada dua orang dari masyarakat yang menjadi tersangka, sedangkan di Muratara ada dari perusahaan yang mulai dilidik” ucapnya, saat itu.

Oleh karena itu, Kabag Ops berpesan agar masyarakat di Muratara dapat berperan aktif dalam mencegah serta membantu dalam memadamkan api saat terjadi kebakaran.

“Mari kita bersama sama, berkerja sama dalam membantu memadamkan api saat terjadi kebakaran, jangan hanya menonton, semua adalah tabung jawab kita,” pesannya. (*)

Laporan : Fahmilan Jadidi

Rekomendasi Berita