oleh

Dandim dan Bupati Muratara Minta Gajah yang Injak Warga Hingga Tewas Ditangkap

LINGGAUPOS.CO.ID – Dandim 0406 MLM Letkol Inf A’an Setiawan meminta pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menangkap gajah yang menginjak warga Musi Rawas Utara (Muratara) hingga tewas.

Hal ini diungkapkannya saat mendatangi rumah duka korban Din Peledes (50) warga Desa Bumi Makmur Kecamatan Nibung Kabupaten Muratara, Rabu (13/5/2020) bersama Bupati Muratara dan Kabag Ops Polres Muratara serta rombongan.

Menurut Dandim, gajah itu harus ditangkap karena sudah terpantau di Muratara sejak beberapa bulan terakhir.

“Intinya gajah itu harus ditangkap jangan masyarakat yang jadi korban. Mereka (BKSDA,red) punya perlengkapan dan peralatan, harus digunakan itu, kalau ada kendala bilang ke kami,” tegasnya.

Senada disampaikan Bupati Muratara HM Syarif Hidayat. “Kami turut berduka cita, semoga keluarga yang di tinggalkan bisa tetap bersabar. Kami meminta gajah itu di tangkap, karena sudah ada korban jiwa. Jangan sampai lagi ada korban lainnya lagi,” kata singkat.

Kepala Sat Pol PP Muratara Firdaus yang mengikuti tim penelusuran melakukan pengumpulan informasi mengungkapkan. “Belum bisa disimpulkan saat ini untuk tindakan selanjutnya. Apakah gajah itu digiring menggunakan pawang atau ditembak bius,” ujarnya.

Pihak BKSDA menurutnya masih melakukan koordinasi dengan tim mereka di Riau dan Lahat, untuk mengatasi konflik warga dengan gajah liar. “Intinya Bupati menyampaikan gajah itu harus ditangkap, karena sudah ada yang menjadi korban,” tutupnya.

Terpisah Kades Bumi Makmur Yatno mengatakan gajah liar tersebut masih berada di kebun warga. “Posisi memang sudah pindah, tapi masih di kebun milik warga. Bahkan sekarang dekat rumah saya,” kata Kades.

Ia menambahkan selain menginjak warga hingga tewas, gajah tersebut juga merusak sekitar 5 ha kebun sawit warga. “Umbut pohon sawit dimakan oleh gajah itu,” katanya.(*)

Sumber Musirawas Ekspres

Rekomendasi Berita