oleh

Damkar Tidak Bisa Masuk, Rumah Panggung di Muratara Ludes Terbakar

LINGGAUPOS.CO.ID – Musibah kebakaran dialami Suhaimi (90), warga Desa Surulangun Kecamatan Rawas Ulu, Jumat (17/7/2020). Akibat musibah tersebut, rumah panggung dua tingkat miliknya ini ludes terbakar.

Diduga kebakaran disebabkan korsleting listrik pukul 07.30 WIB kemarin. Nek Suhaimi sendiri tinggal di rumahnya tersebut bersama anaknya Dahlia di lantai atas. Lalu dilantai bawah ditempati cucunya, Pagua (37) beserta istri, Sulastri (35) dan kedua anaknya Danik (14) dan Riza (9) sambil membuka warung manisan.

Beruntung dalam kejadian tersebut Nek Suhaimi beserta anak, menantu dan cucunya bisa menyelamatkan diri dari kobaran api. Namun isi warung anaknya bersama barang-barang lainnya seperti lemari es, televisi, satu unti sepeda motor, mesin genset dan barang elektronik lainnya semua ludes terbakar bersama rumah.

Pagua cucu nek Suhaimi menceritakan, pukul 05.00 WIB ia keluar rumah menuju masjid dekat rumahnya untuk Salat Subuh. Selesai Salat Subuh, Pagua menolong tetangga yang juga keluarganya untuk pindahan rumah, sedang membantu pindahan rumah keluarganya, ia melihat asap dari rumahnya.

Ia langsung berlari, ternyata di rumahnya sudah ramai warga yang menolong memadamkan api. Ia naik ke lantai II rumahnya untuk menolong sang nenek, ternyata sudah diselamatkan warga.

“Pada saat listrik belum padam, kami bersama warga cepat-cepat menghidupkan mesin air untuk memadamkan api. Lalui dibantu warga yang menyirami api dengan ember. Karena apinya terlalu besar, kami tidak bisa memadamkannya hingga rumah kami habis terbakar.  Namanya musibah kita tidak bisa mengelak, untung nenek, bikcik, istri serta anak saya selamat. Kalau kerugian mungkin lebih dari Rp100 juta,” kata Pagua dengan sabar usai kejadian.

Tidak hanya rumah sang nenek yang ludes, dua rumah di samping rumahnya juga ikut terbakar ringan.

“Desa kami ini di seberang sungai yang aksesnya hanya melalui jembatan gantung. Sangat tidak memungkinkan jika kami mengandalkan mobil pemadam kebakaran. Untuk itu warga desa berharap kedepan kami dibantu mesin penyedot air beserta selang besar, untuk digunakan ketika musibah kebakaran,” harap Pagua.

Camat Rawas Ulu, Abdul Kadir saat dikonfirmasi mengaku pihak kecamatan sudah mendatangi lokasi kebakaran. Ia menegaskan, kalau pihak kecamatan akan segera memberikan bantuan kepada warganya yang menjadi korban kebakaran.

Terkait usulan warga meminta alat penyedot air, pihaknya pun sepakat. Bahkan ia mengimbau seluruh desa yang lokasinya di seberang sungai, segera lakukan pengadaan alat penyedot air beserta selang besarnya.

“Gunakan Dana Desa (DD) bisa, untuk membeli alat penyedot air karena itu sangat penting untuk warga,” jelas Abdul Kadir. (*)

Sumber: Harian Pagi Linggau Pos

Rekomendasi Berita