oleh

Daerah Masih Ketergantungan dengan APBD

Kabid Pengendalian dan Evaluasi Provinsi Jawa Timur, Iqmal Putra
“Sistem lain jua kita punya, silakan kalau mau mempelajari di Jatim. Memang ketergantungan dengan APBD harus disiasati…”

 

LINGGAU POS ONLINE, CURUP – Kabid Pengendalian dan Evaluasi Provinsi Jawa Timur, Iqmal Putra menilai kalangan pemerintah daerah masih ketergantungan dengan APBD.

Hal itu disampaikan usai mengunjung Bapedda Rejang Lebong, Jumat (10/11). Iqmal menyebutkan di Jatim sejak 2009 sudah mulai memanfaatkan dana CSA dari swasta.

“Kita sudah sejak 2009 sudah mulai memanfaatkan SCA, baik untuk layanan dasar ataupun lainnya, CSA tergantung kita yang meminta,” paparnya.

Kemudian, katanya, CSA juga masuk dalam Musrenbang dan usulan dari masyarakat bawah.

“Sistem lain jua kita punya, silakan kalau mau mempelajari di Jatim. Memang ketergantungan dengan APBD harus disiasati salah satunya dengan menggunakan alternatif pembiayaan lain salah satunya dengan kerjasama antara pemerintah dan swasta, seperti CSA tadi,” tuturnya.

Sebelum berkunjung ke Rejang Lebong, kata Iqmal, rombongan terlebih dahulu berkunjung ke Provinsi Bengkulu.

“Untuk di Rejang Lebong ada hal kami pelajari, Rejang Lebong memiliki plus dari kabupaten lain, terutama kota Curup,” katanya.

Salah satu yang menjadi daya tariknya yakni adanya tulisan yang ada di suku Rejang.

“Suku Rejang ini beda dari suku-suku lainnya, Rejang punya tulisan sendiri,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid penelitian dam kerjasama pembangunan pada Bapedda Rejang Lebong, Budi Alpian menjelaskan, kunjungan tim Bappeda Provinsi Jatim ke Rejang Lebong untuk berbagi informasi.

“Kita bertukar pikiran soal informasi, mulai dari penyusunan perencanaan, pengendalian hingga penganggaran. PAD mereka sudah besar, kita juga belajar soal pengelolaan PAD, kemudian mereka juga sudah banyak menggunakan gunakan aplikasi dalam melakukan evaluasi dan penganggaran termasuk pelayanan. Sehingga sudah terpusat termasuk pelayanan publik,” terangnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita