oleh

Curah Hujan Tinggi, Waspada Banjir

MURATARA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem akan terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia pada Februari 2019.

Oleh sebab itu, BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah langganan banjir agar tetap waspada terhadap ancaman bencana banjir yang bisa datang secara tiba-tiba.

Terpisah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muratara menyebutkan, ada empat kecamatan yang biasanya terdampak banjir dan dua diantaranya menjadi daerah langganan banjir.

Empat kecamatan tersebut adalah Kecamatan Rawas Ulu, Kecamatan Rupit, Kecamatan Karang Dapo dan Kecamatan Rawas Ilir.

“Kalau daerah yang sering terdampak banjir sebenarnya ada empat kecamatan, namun yang menjadi langganan banjir yaitu Karang Dapo dan Rawas Ilir,” kata Kepala BPBD Muratara, Zulkifli melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Kasir Masuli, kemarin.

Lanjutnya, khusus di Kabupaten Muratara bencana alam yang kerap melanda hanya banjir. Sementara bencana alam lainnya seperti longsor maupun angin puting beliung jarang terjadi.

“Paling sering itu banjir, karena daerah kita berada di dataran rendah, apalagi pemukiman penduduknya mayoritas tinggal di bantaran sungai, kalau bencana yang lain jarang,” ujarnya.

Menurut Kasir, faktor geografis menjadi penyebab utama Kabupaten Muratara rawan terjadi bencana banjir. Apalagi Muratara dilewati sungai Rawas, sedangkan di hilirnya ada sungai yang lebih besar yakni sungai Musi yang langsung mengalir ke laut.

“Jadi apabila musim penghujan dengan intensitas tinggi, maka daerah ini tempat tumpuan air. Saat sungai Musi yang di hilir bertahan maka air sungai Rawas meningkat, ditambah desakan air dari daerah hulu,” bebernya.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada saat tiba puncak curah hujan tinggi. Terlebih lagi harus lebih intensif mengontrol aktivitas anak-anak dan lansia, supaya tidak ada korban jiwa.

“Kami juga rutin melakukan sosialisasi, agar masyarakat memiliki bekal dalam menghadapi bencana, sehingga saat bencana melanda tidak terjadi korban jiwa,” pungkasnya. (cw3)

Rekomendasi Berita