oleh

Cuaca Panas, JCH Menderita Batuk

LINGGAU POS ONLINE – MEKKAH – Mayoritas Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Musi Rawas (Mura) yang berada di Tanah Suci terserang penyakit batuk dan pilek. Penyebabnya, cuaca ekstrem yang melanda Arab Saudi akhir-akhir ini.

Suhu udara tercatat hingga 42 sampai 52 derajat celsius dan kadang-kadang disertai hujan dan badai.

Kontributor Haji Linggau Pos, M Rais mengatakan untuk mengurangi dan menghindari gangguan batuk dan pilek selama di Mekkah, JCH diimbau banyak minum air hangat dan selalu mengenakan masker, baik saat berada dalam ruangan maupun di luar ruangan.

“Setiap hari ada jemaah berobat ke posko dan keluhannya batuk pilek. Kalau kondisi ini dibiarkan, bisa mengakibatkan radang atau infeksi tenggorokan dan saluran pernafasan,” kata M Rais kepada koran ini, Rabu (24/7).

Menurutnya, Arab Saudi memiliki dua musim yaitu musim panas dan musim dingin. Sekarang ini adalah merupakan waktu peralihan musim dari musim dingin ke musim panas ditambah kelembaban yang rendah. Menyebabkan virus flu dengan gejala batu dan pilek mudah menyebar.

“Banyaknya pendatang dari berbagai Negara dan bangsa tentunya banyak virus yang terbawa dari masing-masing negeri. Mereka ini salah satu sebab banyaknya jamaah yang terkena batuk dan pilek,” ucapnya.

Kondisi Mekkah yang panas dan kering menyebabkan orang yang kebanyakan dalam kondisi kelelahan yang dengan sendirinya lemah daya tahan tubuhnya, dengan mudah terserang virus influenza dengan gejala batuk pilek yang memang mudah menyebar.

“Jemaah saat ini tidak ada yang sakit parah hanya kelelahan saja, dan diberikan makan tiga kali sehari,” jelasnya. (dlt)

Rekomendasi Berita