oleh

Cuaca Ekstrem, Harga Sayuran Naik

LINGGAU POS ONLINE, CURUP – Cuaca ekstrem terjadi sejak dua minggu terakhir sangat memengaruhi harga komoditi sayuran banyak dihasilkan petani di Kabupaten Rejang Lebong. Saat ini, hampir seluruh harga sayuran mengalami kenaikan cukup tinggi.

Mulai dari cabai, tomat dan jenis sayuran biasa dihasilkan petani sayur.

“Mahal semua harga sayuran, pengaruh cuaca ekstrem selama dua minggu ini,” kata Suprat (39) pemilik gudang sayur di kawasan Simpang Nangka Kecamatan Selupu Rejang, Senin (4/12).

Suprat menyebutkan mahalnya semua jenis sayuran dihasilkan petani karena cuaca ekstrem membuat kalangan petani banyak gagal panen.

“Sebagian petani yang tidak gagal panen beruntung, karena hasil panennya dihargai dengan harga cukup mahal,” ungkapnya.

Sebaliknya, petani yang tanamannya rusak dan tidak bisa bercocok tanam merugi.

“Sayuran ini mahal karena barangnya sedikit, banyak petani tidak bisa bercocok tanam, kalaupun mendekati masa panen banyak yang gagal karena pengaruh cuaca ekstrem, belum serangan penyakit,” katanya.

Dipaparkan Suprat, saat ini harga ditingkat petani dan gudang, cabai yang biasa dibeli dengan harga Rp 25 ribu per Kg saat ini naik menjadi Rp 33 ribu per Kg. Kemudian cabai Rawit sebelumnya Rp 20 ribu per Kg sekarang sudah naik menjadi Rp 25 ribu per Kg. Jenis sayuran lainnya yang mengalami kenaikan yakni Kol kembang dari Rp 4 ribu naik menjadi Rp 7 ribu per Kg, kemudian kol bulat dari harga Rp 800 per Kg menjadi Rp 1.500 per Kg.

“Sawi manis saja sekarang sudah naik dari Rp 2 ribu menjadi Rp 4 ribu per Kg begitu juga sawi pahit dan sawi bola,” paparnya.

Untuk Sawi pahit, biasa Rp 3 ribu per Kg naik menjadi Rp 4 ribu per Kg dan sawi bola dari Rp 2 ribu per Kg menjadi Rp 3 ribu.

“Terong dari harga Rp 800 per Kg jadi Rp 1.500 per Kg, kemudian buncis dari Rp 5 ribu menjadi Rp 5.500 sampai Rp 6 ribu per Kg,” jelasnya.

Kemudian, sambungnya, sayuran jenis Wortel dari Rp 3 ribu per Kg menjadi Rp 4 ribu per Kg, Daun sup dari Rp 10 ribu per Kg saat ini sudah dibeli dengan harga Rp 16 ribu per Kg.

“Kalau harga mahal, pengiriman lancar mas karena banyak permintaan, kalau gudang kami biasa ngirim ke Bengkulu, Jambi, Palembang dan seputaran kota Curup dan Lubuklinggau,” katanya.

Senada disampaikan Heri (46) petani tomat di kawasan pal Baru Kecamatan Selupu Rejang. Menurutnya, cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang membuat kalangan petani tomat banyak gagal panen.

“Banyak tanaman tomat yang roboh karena terjangan angin, kalaupun bisa dipanen hasilnya tidak maksimal lagi,” keluh Heri.

Ia berharap, cuaca ekstrem ini bisa segera berakhir agar petani bisa kembali beraktivitas di kebun. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita