oleh

Cuaca Buruk, Penyebab Cabai Jadi Mahal

LINGGAU POS ONLINE  – Salah satu kebutuhan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) jenis cabai rawit di Pasar Tradisional, Kecamatan Tugumulyo sulit dijumpai dan mahal.

Hal ini disebabkan karena tingginya curah hujan yang melanda belakangan ini. Sehingga pertumbuhan cabai rawit menjadi kurang produktivitas, serta hambatan pemasok cabai karena kondisi cuaca.

Salah seorang pedagang sayur di Pasar B Srikaton Tugumulyo, Sri Ningsi (39) mengatakan kalau sejak 3 minggu terakhir stok cabai selalu kekurangan,

“Ya, sejak tiga minggu ini jualan cabai mengalami kekurangan, akibat cuaca buruk yang berpengaruh pada komoditas petani cabai,” kata Sri sapaannya kepada koran ini, Rabu (24/7).

Ditambahkannya, selain mempengaruhi komoditas cabai cuaca yang buruk juga menghambat pemasok cabai ke Pasar, yang biasa dipasok dari Kota Curup, Provinsi Bengkulu.

“Harga cabai saat ini masih Rp80 ribu per kg, dimungkinkan harga ini akan bertahan hingga Idul Adha nanti,” ucapnya.

Tempat sama, salah seorang pembeli Eni (40) mengaku terpaksa berpindah ke cabai besar. Karena sulitnya ditemui cabai rawit yang biasa digunakan sebagai bumbu memasak di dapur.

“Terpaksa harus beralih membeli cabai besar, karena cabai kecil agak sulit di dapatkan,” kata Eni.

Sebelumnya harga normal cabai rawit Rp25 ribu hingga Rp30 ribu kini mencapai Rp70 ribu hingga Rp80 ribu. Sedangkan harga cabai besar juga mengalami kenaikan, yang semula seharga Rp35 ribu mencapai Rp40 ribu per kg.

Kepala Disperindag Kabupaten Musi Rawas, Nurhasanah Yoesoef melalui Kasi Distributor Pangan, Armansyah saat dikonfirmasi membenarkan bahwa harga cabai saat ini masih tinggi dan belum mengalami penurunan.

“Ya, masih tinggi belum turun-turun,” kata Armansyah.

Ditambahkan, bahwa saat ini pihaknya belum bisa bertindak. Tetapi, dalam waktu dekat pihaknya akan berkoordinasi dengan Disperindag Provinsi Sumsel. Agar untuk melakukan operasi pasar cabai. (dlt)

Rekomendasi Berita