oleh

CSR Alternatif Pembiayaan Pembangunan

LINGGAU POS ONLINE, LAHAT – Sudah menjadi kewajiban perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang atau berkaitan dengan Sumber Daya Alam (SDA) melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Tanggung jawab sosial perusahaan ini dikenal dengan istilah Corporate Social Responsibility (CSR). Demikian termaktub dalam pasal 74 Undang-Undang (UU) No. 40 tahun 2007.

Bupati Lahat, H Aswari Riva’i melalui Plt. Sekretaris Daerah (Sekda), H Haryanto mengatakan, CSR yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya Perseroan merupakan salah satu alternatif pembiayaan pembangunan di Kabupaten Lahat.

“Selain itu, program CSR ini harus dapat memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi masyarakat. Bukan hanya Pemerintah yang berandil besar, melainkan juga sektor privat dan masyarakat sendiri mempunyai kewajiban yang sama,” papar Haryanto dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Perencanaan dan Pengembangan CSR, Kamis (16/11) di Grand Zuri Hotel Lahat.

Sementara itu senada, Pimpinan Bank Sumsel Babel Cabang Lahat, Tabroni, membenarkan bahwa perusahaan tidak hanya mempunyai kewajiban-kewajiban ekonomis dan legal, tetapi juga kewajiban-kewajiban terhadap pihak-pihak lain yang berkepentingan atau para stakeholder, yakni pihak-pihak yang berkepentingan terhadap eksistensi perusahaan.

“Perusahaan harus mampu mengembangkan dan membangun masyarakat dari berbagai bidang,” katanya, usai menghadiri Rakor CSR.

Bank Sumsel Babel, sambungnya, sejauh ini terus berupaya memajukan daerah melalui program CSR. Di mana untuk realisasinya dilakukan berdasarkan skala prioritas seraya bersinergi dengan Pemerintah.

“Baru-baru ini kita membangun halte bis di depan Puskesmas Bandarjaya. Juga, menyalurkan sejumlah set kotak sampah di berbagai kawasan wisata. Ini juga merupakan bagian dari program CSR,” terangnya. (02)

Komentar

Rekomendasi Berita