oleh

Classmeeting Gali Potensi Calon Atlet

Pertandingan voli yang diikuti peserta didik SMAN Megang Sakti dalam Classmeeting Semester Gasal Tahun Ajaran 2017/2018, Jumat (15/12). Foto: Istimewa

SMAN Megang Sakti

KEBERHASILAN para atlet bola, renang, voli, basket, bahkan atletik di kancah nasional bahkan internasional, menjadi cerminan bagi generasi bangsa, bahwa menjadi atlet merupakan salah satu cita-cita yang patut dibanggakan. Tak sekadar mengharumkan daerah, namun juga bisa menjadi cara untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa ini di mata dunia.

Hal inilah yang kemungkinan besar, menjadi latar belakang banyaknya para pelajar, yang mulai memberanikan diri menentukan pilihan, untuk aktif di ekstrakulikuler olahraga.

“Sebenarnya pemerintah sudah memberikan peluang yang besar bagi para atlet untuk mendapatkan ‘jalan mudah’ menjadi anggota TNI dan Polri. Jadi memang menurut kami, tidak ada yang sia-sia jika anak-anak memanfaatkan wadah ekstrakulikuler olahraga di sekolah, untuk terus berlatih. Apalagi memang sudah disiapkan guru pembinanya,” terang Kepala SMAN Megang Sakti, Hairul Aswar, M.Pd kemarin.

Kalau berprestasi di tingkat Provinsi Sumsel atau Nasional, kata Hairul, bisa jadi golden ticket.

“Ya sebenarnya bukan jadi TNI dan Polri saja. Kalau mau masuk perguruan tinggi negeri saja, ketika calon mahasiswa memiliki piagam prestasi Tingkat Provinsi dan Nasional. Maka itu yang dipertimbangkan panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Oleh karena itu, kami (SMAN Megang Sakti,red) benar-benar maksimal dalam memfasilitasi siswa agar bisa ikut lomba seperti Olympiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Sehingga, hasil mereka ekstrakulikuler selama ini benar-benar nyata. Piagamnya bisa lebih berharga untuk jadi bekal mereka menjemput masa depan,” jelas Hairul.

Upaya lain yang juga rutin diselenggarakan SMAN Megang Sakti yakni melalui classmeeting.

“Karena dari classmeeting inilah, kita bisa menilai mana anak-anak yang berbakat dalam voli, basket, futsal, atletik dan lain-lain. Harapan kami, ketika mendapat bimbingan dari para pembina, mereka bisa makin semangat dalam berlatih,” terang Hairul.

Sebenarnya, lanjut Hairul, tak hanya bidang olahraga yang jadi prioritas perhatiannya. Non akademik lainnya, seperti ekstrakulikuler seni juga jadi fokus pembinaan.

“Kami berkeyakinan, setiap anak itu punya potensi. Setiap anak punya kelebihan. Tinggal orang tua dan gurunya, menyiapkan banyak doa dan memberikan dorongan yang besar atau tidak untuk anak agar mengembangkan potensi itu. Kalau kita sudah memberikan wadah, tinggal bagaimana anak menyambutnya dengan giat dan sungguh-sungguh dalam berlatih. Termasuk juga dalam bidang akademik,” imbuhnya.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita