oleh

Cium Dugaan Human Traffiking

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Diduga praktik human triffiking terjadi di Kota Lubuklinggau. Meski belum bisa dibuktikan dengan kasat mata.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi Perlindungan Anai Indonesia Daerah (KPAID) Lubuklinggau, Abdul Hamim, Minggu (19/11).

“Sebenarnya kami (KPAID Lubuklinggau, red) sudah banyak dapat informasi, tapi ketika kami turun kelapangan untuk melakukan investigasi. Ada kemungkinan sudah bocor, sehingga tidak bisa dibuktikan dengan kasat mata, tapi hal itu memang terjadi,” kata dia.

Bahkan, dilanjutkan Hamim pihaknya sudah tahu secara pasti di mana tempat tongkrongan pelaku human trifiking, yakni di salon-salon kecantikan.

“Ya, banyak kita temui terduga pelaku human trifiking merupakan laki-laki kemayu (banci, red), mereka menjual anak-anak dibawah umur dengan laki-laki hidung belang. Harganya berfariasi, mulai Rp 500 ribu keatas, tergantung nego,”jelas Hamin.
Tapi, ketika dirinya mencoba untuk melakukan under coverbuy, dikatakan sudah ada yang memboking duluan.

“Ini alasan mereka, jadi kita tidak menemukan bukti mengenai hal itu. Walaupun, kejadian ini memang benar terjadi. Saya pesan, untuk orang tua yang anaknya bergaul dengan laki-laki kemayu harus waspada, karena mereka terduga pelaku human tifiking, bisa saja anak anda jadi korban berikutnya,”jelasnya.

Selain salon kecantikan, dilanjutkan Hamim tempat pijat urut tradisional yang memperkerjakan wanita-wanita cantik berpakaian seksi, disinyalir kerap dijadikan tempat prostitusi terselubung.

“Kemungkinan itu sangat besar, sebab mereka ngurut mengunakan handbody, bukannya minyak yang digunakan untuk urut, misalnya GPU atau yang lainnya. Kalau bakai handbody bukan ngurut, tapi ngelus,”ungkap Hamim.

Maka dari itu, ia mendesak agar Dinas Perizinan Kota Lubuklinggau segera berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol-PP) untuk melakukan investigasi kelapangan, melakukan razia dan penertiban terhadap para pelaku usaha yang menyalahgunakan izin usahanya tersebut.
“Dinas perizinan dan Sat Pol-PP, jangan diam saja melihat kenyataan ini. Tindak tegas, para pelaku usaha yang menyalahgunakan izinnya itu, supaya hal ini tidak terulang lagi. Tapi, kalau dibiarkan begitu saja, kami tempat prostitusi terselubung ini akan terus bertambah dari waktu ke waktu,” tandasnya.(11)

Komentar

Rekomendasi Berita