oleh

Ciptakan Harmonisasi Perangkat Daerah

2 Januari 2018 jadi hari bersejarah bagi H Zainal Arifin Daud. Bapak yang saat ini masih sebagai Kepala Dinas Sosial (Dinsos) itu mendapat kepercayaan Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) H Syarif Hidayat untuk menjadi Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda).

Laporan Sulis, Muratara

“TAK pernah terlintas di pikiran saya, bakal seperti sekarang. Apalagi pertama kali tugas tahun 1986 di Puskesmas Rupit, saya hanya staf administrasi,” tutur Zainal Arifin Daud, mengawali perbincangan kami tadi malam.

Ia tampak low profile, dan welcome untuk diwawancara seputar tugas barunya di Sekretariat Daerah Kabupaten Muratara.

“Soal jadi penjabat Sekda, saya tidak terpikirkan sebelumnya,” imbuhnya lagi.

Hanya saja, putra asli Muara Rupit itu menyebut memang saat job fit (uji kesesuaian) berkasnya lengkap.

“Kalau dari kabar yang saya dengar, awalnya direkomendasikan dulu oleh Pak Bupati Muratara ke Gubernur Sumsel. Saya nggak tahu kapan itu pengusulannya. Intinya berkas saya memang ada. Dan yang diusulkan itu dua orang, saya dengan Pak H Syamsul Anwar,” terang bapak yang kerap dipanggil Ujuk Ipin ini.

Saat rekomendasi dari Gubernur Sumsel keluar, Bupati Muratara memanggilnya.

“Saya dipanggil ke rumah pak Bupati di Desa Terusan. Tepatnya H-1 menjelang pelantikan. Saya ditanya, jika saya dilantik jadi Penjabat Sekda siap tidak. Lalu saya jawab, jika bapak mempercayai, saya siap,” tutur Zainal Arifin menirukan perbincangannya dengan Bupati.

Setelah itu, Zainal tak langsung bahagia. Menurutnya, jadi Penjabat Sekda adalah amanah yang besar.

“Saya langsung sampaikan ke istri. Biasalah, namanya istri, ya pasti langsung pesannya banyak. Menguatkan saya. Dia bilang bismilah saja, dan tetap fokus mengabdi,” tutur Zainal Arifin.

Saat dilantikpun, bapak kelahiran 1 Juni 1964 itu dibuat grogi.

“Yang jelas karena amanah ini sangat besar, pertanyaan dalam hati saya, mampukah saya. Begitu. Tapi ya insya Allah dengan ridho Allah SWT, dukungan keluarga, teman kerja, dan masyarakat insya Allah bisa,” jelasnya.

Menurutnya, mewujudkan Muratara Bangkit memang tak mudah. Hal terpenting ia ingin mengharmonisasikan perangkat daerah, baik di sekretariat maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Tadi pagi selesai apel pagi, saya langsung ke Sekretariat dulu. Tatap muka sama teman-teman di bagian-bagian. Saya sampaikan langkah-langkah ke depan gimana. Karena kita di sekretariat harus satu tim, bisa kerja sama satu sama lain dan saling mengisi kekurangan,” jelas kakek lima cucu ini.

Bahkan, Zainal Arifin masih sangat ingat pesan Bupati Muratara agar membina kerja sama yang baik satu dengan yang lain. Agar tumbuh rasa kebersamaan.

“Saya juga berharap sekretariat dan OPD banyak-banyak menyentuh masyarakat. Sosialisasikan ke masyarakat, tentang program yang sudah, sedang dan akan dilaksanakan. Sehingga masyarakat paham,” jelas suami dari Hj Siti Marliana itu.(*)

Rekomendasi Berita