oleh

Cikwi: Belum Ada Klaster Lebaran

LINGGAUPOS.CO.ID- Arus mudik Lebaran Idul Fitri 2021 diklaim Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau belum menimbulkan potensi lonjakan kasus positif Covid19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, Cikwi mengatakan,” Saat ini belum adanya lonjakan kasus ini terlihat dari jumlah penambahan kasus selama beberapa hari terakhir dan penambahan ada satu kasus selama Lebaran ini tapi bisa dikatakan bukan klaster lebaran tapi klaster lama,” katanya.

Cikwi menjelaskan untuk klaster Lebaran baru akan diketahui setelah beberapa pekan kemudian, mengingat orang mudik itu rata-rata seminggu sebelum lebaran dan sejauh ini masih klaster lama.

”Penambahan di Linggau kelang tiga hari satu, untuk yang delapan kemarin saja sebelum lebaran, jadi berangsur-angsur mulai dua, empat, kita sekarang diminta provinsi input data jam 11 sementara data baru masuk sore, sehingga terpaksa dikomulatif besoknya,” ungkapnya.

Ia menambahkan meski untuk lonjakan kasus belum bisa diprediksi, namun dari pemerintah pusat sudah mengklaim bakal ada lonjakan selama arus mudik Lebaran.

”Walaupun ditotal tidak boleh pulang setidaknya 10-30 persen orang berhasil lolos pulang, jadi kita tidak menapikkan itu, tapi kita sudah siaga selalu menerapkan protokol kesehatan covid19,”jelasnya.

Lanjutnya, termasuk Pemerintah Kota Lubuklinggau selama ini tetap menggalakkan vaksinasi Covid-19, total saat ini jumlah warga Lubuklinggau yang sudah divaksin mencapai 18.000 ribu orang dan semua
sudah kita vaksin baik lansia dan guru-guru, jadi sudah sesuai SOP, totalnya kurang lebih 18.000 ribu,” katanya.

Ia menyebutkan jumlah warga yang terpapar di Kota Lubuklinggau terus turun, total sekarang warga yang terpapar Covid-19 sebanyak 1.444 orang, sementara yang dirawat dan isolasi mandiri hanya 28 orang. Mereka ada yang di rumah dan rumah sakit.

Bahkan kondisi rumah sakit sekarang untuk RSUD Siti Aisyah dari 16 tempat tidur hanya terisi dua tempat tidur, RS dr Sobirin dari 12 tempat tidur hanya terisi empat tempat tidur, RS Ar Bunda 34 tempat tidur dan RS Siloam hanya dua tempat tidur.

Sementara kondisi Kota Lubuklinggau sekarang menurut Kemenkes Zona Oranye sedangkan menurut Mendagri Lubuklinggau zona kuning karena tidak satu pun RT di Lubuklinggau zona orange yang ada hanya kuning.

”Jadi cukuplah, kita berharap tidak nambah lagi, untuk kedepan kita bisa merawat dari pada pasien Covid-19 kalau ada lonjakan,” tutupnya.(*)

Rekomendasi Berita