oleh

Cerdas Tangkal Hoaks

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Media Sosial (medsos) memiliki banyak informasi yang berupa hoaks (berita bohong). Hal ini yang membuat kerugian. Apalagi pengguna internet di Indonesia sangat besar mencapai 132 juta, melebihi jumlah penduduk di Thailand dan Singapura.

Prof Dr. Jalaluddin mengingatkan, salah satu hal yang dilakukan untuk melawan penyebaran hoax adalah dengan melihat dari informasi tersebut.

“Seperti pada pemberitaan yang tersebar di Medsos, penting untuk melihat judul berita apakah provokatif atau tidak. Kemudian, perlu melihat sumber berita tersebut dan memastikan citra media tersebut,” terangnya, saat dibincangi Linggau Pos, Kamis (24/5).

Ia mengkhawatirkan, jika masyarakat khususnya mahasiswa terjebak langsung share berita hoax bisa terjerat Pasal 28 Ayat I UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) yang disebutkan ‘Seseorang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar’.

Karena, kata dia, di Indonesia puluhan netizet terjerat UU ITE. Tahun 2013 20 orang , tahun 2014 naik jadi 41 orang dan tahun 2015 62 orang.

“Pesan saya, jangan langsung share begitu saja. Kalau langsung share-share saja, khawatirnya kita jadi bagian penyebar berita-berita hoax itu,” terang dia.

Di sisi lain, kalau ada informasi yang tidak pasti jangan langsung disebarkan. Bahkan bila itu ke grup chat dengan alasan bertanya ‘benar apa enggak’ infonya, karena itu sama saja sudah menyebarkan dan bisa dikenakan UU ITE. (02)

Rekomendasi Berita