oleh

Cegah Virus Jembrana, 5.000 Sapi Divaksin

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Sedikitnya sudah ada 200 ekor sapi yang mati akibat terjangkit virus Jembrana sejak November 2017 hingga Februari 2018 di Kabupaten Musi Rawas.

Untuk mencegah penyebaran virus tersebut, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Musi Rawas mengadakan gerakan vaksinasi Jembrana.

“Seperti virus Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) pada manusia, virus Jembrana sangat mematikan sekali, karena memakan daya tahan tubuh sapi. Kalau terjangkit virus HIV masih bisa bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama, akan tetapi kalau virus Jembrana ini, sapi yang terjangkit virus hanya bisa bertahan tiga hari saja,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Musi Rawas, H Heryanto melalui Sekretaris, Tohirin kepada Linggau Pos, Sabtu (10/2).

Tohirin mengaku saat ini banyak peternak yang mengaku khawatir dengan sapi yang dimilikinya, makanya petani meminta agar dilakukan vaksinasi.

“Sekarang permintaan vaksinasi virus Jembrana sangat tinggi sekali, dalam beberapa minggu terakhir, petugas kita rutin melakukan permintaan vaksinasi dari kelompok ternak,” ungkapnya.

Bahkan, saat ini sudah hampir 5.000 sapi yang dilakukan vaksinasi, karena memang virus ini sangat berbahaya sekali, apalagi penyebaran virus ini bisa melalui banyak media, salah satunya dengan penyebaran melalui angin.

Tohirin mengatakan, sebelum kasus ini terjadi Musi Rawas clear dari virus Jembrana, namun ada beberapa blantik (pelaku usaha jual beli ternak) sapi dalam beberapa bulan belakangan memasukkan sapi dari Bengkulu. Diduga, sapi-sapi dari Bengkulu ini terjangkit virus Jembrana dan menularkannya ke sapi-sapi lainnya di Musi Rawas.

“Lebih kurang 200 ekor sapi yang mati tersebar di beberapa kecamatan, seperti Tugumulyo, Purwodadi, Sumber Harta, Megang Sakti, Muara Beliti, Tiang Pumpung Kepungut (TPK) dan Muara Kelingi,” ungkapnya.

Maka dari itu, untuk mencegah supaya penyebaran virus Jembrana tidak terlalu luas, maka petani diminta untuk segera menyembelih sapi dengan cepat, hal ini untuk mengurangi kerugian yang lebih besar lagi.

Sebab, menurut Tohirin, sapi yang sudah terjangkit virus ini dagingnya masih bisa dikonsumsi.

“Namun, yang harus diperhatikan, jangan mengolah jeroannya, secepat mungkin jeroan dari sapi yang terkena virus Jembrana ini dikubur sedalam mungkin,” pintanya.

Sementara bagi peternak sapi yang ikut dalam program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS), maka sapi yang mati akan diberi ganti rugi.

“Untuk yang tidak ikut program ini, jangan berkecil hati, silakan ikut program AUTS, agar dapat menghindari kerugian lebih besar,” tutupnya. (12)

Rekomendasi Berita