oleh

Cegah Konflik Sosial di Masyarakat

Catatan Dialog Kebangsaan GP Ansor Muratara

Akhir-akhir ini, beberapa masalah sosial kerap terjadi di Kabupaten Muratara. Agar generasi muda tak mudah terpancing dengan hal-hal tersebut, Gerakan Pemuda (GP) Ansor menyelenggarakan Dialog Kebangsaan.

Laporan Aspin Dodi, Rupit

PERAN strategis tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda dalam mencegah konflik sosial Muratara sangat penting. Oleh karena dalam Dialog Kebangsaan  Rabu (29/11) dihadirkan Kasdim 0406 MLM, Mayor Inf Hutahuruk, Ketua Forum Kerukunan Umum Beragama (FKUB) Mohammad Ali, Ketua KPU Muratara Agus Mariyanto untuk memberikan pemahaman yang detail tentang bagaimana baiknya masyarakat bersikap di tengah situasi saat ini.

Ikut serta dalam dialog tersebut, Ketua PC NU Kabupaten Muratara, Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Muratara, Ketua FKUB, Ketua BAZNas, Forum Pembauran Kabupaten Muratara, Pemuda Pancasila, dan LPPAS.

Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat hadir membuka  kegiatan di Aula Siti Rahma RM Sederhana, Kelurahan Muara Rupit tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati berpesan agar seluruh elemen masyarakat, dan organisasi untuk menjaga kondusivitas dan membangun komunikasi guna menjaga persatuan dan kesatuan yang sudah terbentuk sejak lama.

“Tidak lama lagi akan melaksanakan Pilkades serentak kedua yang akan dilaksanakan di 25 Desa, saya minta Ansor ikut mengawasi kondusif ketertiban keamanan Pilkades nanti, dan seluruh masyarakat Kabupaten Muratara,” imbaunya.

Terkait adanya aksi-aksi demonstrasi, yang berujung pada terganggunya aktivitas umum lantaran memblokir jalan lintas Sumatera yang merupakan jalan nasional, Syarif Hidayat sangat menyayangkan, karena sangat mencoreng nama Kabupaten Muratara.

“Untuk itulah, dirinya berharap jangan sampai ada lagi pemblokiran jalan, Jangan terjadi lagi karena jalan umum bukan milik kita Muratara tapi milik seluruh rakyat Indonesia. Jadi itu memalukan daerah Kabupaten Muratara,” sebutnya.

Memang negara kita menjunjung demokrasi, untuk itu silakan menyampaikan aspirasi, tapi ada aturannya, dan jangan melakukan pelanggaran seperti merusak aset negara, seperti pada saat aksi beberapa waktu lalu dengan merusak kantor bupati.

“Kepada GP Ansor tingkatkan rembuk ini, terus belajar. Untuk mewujudkan Muratara yang Makmur Aman Cerdas dan Bermartabat. Jauhkanlah fitnah, dan provokasi,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua PD Ansor Kabupaten Muratara, Waroko Hakim mengatakan akhir-akhir ini,  kondisi Kabupaten Muratara sedikit memanas, dengan diserang berbagai isu-isu yang provokasi dan hoaks.

Adanya beberapa oknum yang menghujat Pemerintah Kabupaten Muratara dan langsung ditujukan kepada Bupati Muratara, padahal pemerintah Kabupaten Muratara bukan hanya di selenggarakan oleh Bupati saja, tapi ada Legislatif, Dinas, TNI dan Polri.

“Miris melihat kondisi saat ini, di mana jalan raya menjadi senjata untuk mendapatkan apa yang ditargetkan, cara ini bukan solusi dalam menyampaikan aspirasi, agar tuntutan dipenuhi, apalagi sampai melakukan hal-hal anarkis,” tegasnya.

Bagaimana Muratara maju, kalau gerakan hanya didasarkan oleh sakit hati, unsur politik dan ketidaksenangan lantaran ada hal pribadi yang tidak terpenuhi.

Untuk itulah GP Ansor mencoba menggagas ini, silakan diteruskan oleh OKP lain seperti KNPI yang mempunyai anggaran.

Dalam dialog kebangsaan tersebut dilakukan deklarasi Masyarakat Muratara Membangun, yang ditandatangani oleh Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat, para nara sumber dan tamu undangan. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita