oleh

Cegah Jenuh, SMA Yadika Moving Class

LINGGAU POS ONLINE, WATERVANG – SMA Yadika Lubuklinggau dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) menggunakan dengan sistem moving class. Hal ini lebih efektif dibandingkan sistem belajar guru yang mendatangi kelas murid.

Hal ini disampaikan Kepala SMA Yadika, Ikhsan Amin. Menurut Ikhsan, dengan sistem KBM moving class melatih guru untuk lebih bertanggung jawab.

“Moving class dapat melatih guru bertanggung jawab terhadap kelas. Karena dari guru itu sudah tertanam bahwa kelas adalah rumah dia. Artinya bagaimana dia meng-handle kelas tersebut. Kalau selama ini guru masa bodoh hanya mengandalkan wali kelas,” jelasnya.

Moving class merupakan sistem belajar mengajar yang bercirikan siswa yang mendatangi guru di kelas. Konsep Moving Class mengacu pada pembelajaran kelas yang berpusat pada anak untuk memberikan lingkungan yang dinamis sesuai dengan bidang yang dipelajarinya.

Dengan sistem moving class, dengan sistem belajar mengajar seperti kuliahan menurut Ikhsan, awalnya merasa kurang diminati karena belum terbiasa baik siswa maupun guru.

“Awalnya sedikit belum terbiasa karena saling tidak percaya antara guru dan siswa. Peserta didik tidak percaya terhadap guru ingat nanti kelasnya, guru juga tidak percaya siswa masuk kelasnya. Untuk sekarang sudah berjalan sekitar enam bulan menggunakan moving class, Alhamdulillah gurung bertanggung jawab sedangkan muridnya mengerti,” lanjut Ikhsan.

Ikhsan Amin memastikan, program ini bisa meminimalisir tingkat kejenuhan siswa.

“Kalau belajarnya kan siswa yang mencari ruang kelas guru sesuai dengan mata pelajarannya. Ini sangat bagus sekali karena membuat siswa tidak jenuh hanya berada dalam satu kelas. Artinya sangat efektif sekali. Tinggal bagaimana guru tersebut dapat memvariasikan atau membuat kelas tersebut menjadi lebih baik,” ungkap Ikhsan Amin.

“Misalnya guru Geografi, bagaimana guru tersebut membuat ketika siswa siswi masuk ke kelasnya sudah terlihat kesan Geografinya. Saya juga yakin setiap guru mempunyai skill dalam metode belajar,” harap Ikhsan Amin akhir pembicaraan. (05)

Komentar

Rekomendasi Berita