oleh

Cedera Punggung Bikin Halep Ketar-Ketir

JAKARTA – Tinggal sehari lagi, 32 petenis kelas dunia akan bersaing dalam Australian Open 2019 (14-27/1). Rata-rata dari mereka membawa misi balas dendam yang harus dituntaskan pada Sydney International 2019 lalu. Persiapan fisik dan psikis mulai dimatangkan dalam latihan di di Mealbourne Park.

Namun tidak bagi Simona Halep. Petenis wanita peringkat satu dunia mengakui persiapana masih belum ideal meski cedera punggung yang dialaminya diakunya sudah pulih sepenuhnya.

Diketahui, Halep mengalami cedera punggung yang membuat ia harus beristirahat cukup lama di akhir musim 2018 lalu. Cedera ini mempengaruhinya dalam ajang pemanasan Sydney Internasional 2019 kemarin.

Halep gagal memetik hasil memuaskan setelah kalah dari petenis Australia, Ashleigh Barty, pada putaran kedua, Rabu (9/1) kemarin dengan 3-6, 6-4 dan 6-1.

“Tahun lalu saya memiliki sekitar 10 sampai 15 pertandingan sebelum Melbourne (Austraian Open 2019-red), sekarang saya hanya punya satu (pertandingan), dan saya kehilangan itu,” kata Halep seperti dikutip News.com.au, Sabtu (12/1).

“Saya mengambil risiko dengan tinggal di rumah sedikit lebih lama. Sekarang saya merasa segar untuk memulai tahun ini, tetapi saya masih sedikit tertinggal,” sambungnya.

Meski demikian, Halep tak mau larut dengan hasil buruknya. Ia mengaku memiliki tekad kuat untuk bisa merebut gelar Australian Open 2019 yang belum pernah diraih sepanjang karirnya sebagai petenis. Prestasi terbaiknya adalah runner-up di tahun 2018.

“Tapi aku tidak mengeluh. Segalanya berjalan seperti yang saya inginkan. Jadi sekarang saya harus berkonsentrasi dan bersiap menghadapi pertandingan (Australian Open), tuturnya.

Selain itu, perjuangan petenis berusia 27 tahun itu sedikit lebih berat dari biasanya. Pasalnya, untuk beberapa bulan ke depan Simona Halep bakal bermain tanpa didampingi oleh sang pelatih, yakni Darren Cahill. Ya, Halep bakal ditinggal dalam 12 bulan kedepan karena sang pelatih harus menyelesaikan urusan keluarganya.

“Bagi saya itu memang agak sulit ditinggalkan dengan orang yang setiap hari bersama saya dalam setiap pertandingan, karena saya sangat dekat dengan orang-orang yang ada di tim saya,” pungkasnya. (gie/fin/tgr)

Rekomendasi Berita