oleh

Catat! Hasil Evaluasi SAKIP Muratara Sejajar dengan 4 Kabupaten di Sumsel

LINGGAUPOS.CO.ID- Karena cara memimpin Bupati HM. Syarif Hidayat, Muratara berhasil meraih nilai cukup baik dalam evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) sejak pertama kali ikut penilaian tahun 2018.

Tagline “Muratara Bangkit” bukan hanya sekedar slogan. Akan tetapi sudah dibuktikan dalam kerja nyata. Salah satunya, hasil dari evaluasi SAKIP sudah bisa sejajar dengan empat kabupaten / kota di Sumatera Selatan (Sumsel). Seperti Ogan Ilir, Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu dan Kabupaten Empat Lawang.

"
"

Syarif Hidayat menegaskan, Pemerintah Kabupaten Muratara optimis bisa meraih nilai lebih baik pada penilaian SAKIP 2020. Syaratnya, seluruh Organisasi Perangkat Daerah membangun komitmen kinerja dan sinergitas yang baik.

Untuk meraih predikat B bahkan A, kata Bupati, bukan hal mustahil. Asalkan seluruh instansi terus meningkatkan akuntabilitas kinerja di masing-masing instansi. Seluruh stakeholder juga harus terus meningkatkan pelayanan dan program kerja agar mendapat hasil maksimal dalam evaluasi SAKIP berikutnya.

Pada 2018, Menteri KemenPAN RB Syafruddin, memberikan apresiasi atas laporan SAKIP Muratara yang diserahkan kepada Bupati HM. Syarif Hidayat di The Trans Luxury Hotel Bandung, 28 Januari 2019. Saat itu, untuk pertama kalinya sejak Muratara menjadi daerah otonom baru berhasil meraih predikat C dengan nilai 31, 73.

Kemudian, pada 2019 nilai evaluasi SAKIP Muratara meningkat meraih nilai 50,02 dengan predikat CC. Kemenpan RB Tjahjo Kumolo memberikan penghargaan kepada H.M Syarif Hidayat di Radisson Golf dan Convention Center Batam, 10 Februari 2020.

Dengan predikat CC tersebut, Muratara sudah sejajar dengan kabupaten/kota yang terlebih dahulu sudah berdiri. Bahkan, hanya butuh satu tingkat lagi agar bisa memiliki nilai sama dengan kabupaten induk Musi Rawas yang meraih nilai B.

Aspek Penilaian Evaluasi SAKIP

Menurut Kepala Bappeda Muratara Erwin Syarif, prestasi Muratara meraih nilai SAKIP dilalui dengan proses kerja nyata cukup panjang. Selain mengoordinasikan kinerja antar OPD, pihaknya juga melakukan pendampingan evaluasi di Bappeda Provinsi Sumatera Selatan.

Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi sendiri melakukan penilaian terhadap aspek-aspek sebagai berikut:

  1.  Aspek perencanaan (bobot 35%). Komponen yang dievaluasi antara lain: perencanaan strategis, perencanaan kinerja, penetapan kinerja dan keterpaduan serta keselarasan diantara subkomponen tersebut.
  2.  Aspek pengukuran kinerja (bobot 20%). Komponen yang dievaluasi antara lain: indikator kinerja secara umum dan indikator kinerja utama (IKU), pengukuran, serta analisis hasil pengukuran kinerja.
  3.  Aspek pelaporan kinerja (bobot 15%). Komponen yang dinilai adalah ketaatan pelaporan, pengungkapan dan penyajian, serta pemanfaatan informasi kinerja guna perbaikan kinerja.
  4.  Aspek evaluasi kinerja (bobot 10%). Komponen yang dinilai adalah pelaksanaan evaluasi kinerja dan pemanfaatan hasil evaluasi.
  5.  Aspek Capaian kinerja (bobot 20%). MENPAN & RB melakukan review atas prestasi kerja atau capaian kinerja yang dilaporkan dengan meneliti berbagai indikator. Seperti pencapaian kinerja,  ketetapan, pencapaian target, keandalan data, dan keselarasan dengan pencapaian sasaran pembangunan dalam dokumen RPJMN dan RENSTRA.

Makna Predikat CC Dalam Penilaian SAKIP

Dengan predikat CC yang diraih Muratara memiliki arti cukup baik. Alat ukur yang sudah dinilai meliputi akuntabilitas kinerja dan sistem untuk memroduksi informasi kinerja bisa dipertanggung jawabkan. Meskipun perlu ada perbaikan dalam hal yang mendasar.

Semoga tahun 2020, Muratara terus Bangkit dan berhasil meraih nilai sebagaimana yang sudah dicita-citakan oleh Bupati HM. Syarif Hidayat.(*)

Artikel ini sudah terbit di syarifhidayat.id dengan judul “Catat! Hasil Evaluasi SAKIP Muratara Sejajar dengan 4 Kabupaten di Sumsel”

Rekomendasi Berita