oleh

Cari Kerja, Lapor ke Disnaker

LINGGAU POS ONLINE, WATERVANG – Beberapa waktu ke depan, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Lubuklinggau akan menjalin kerjasama dengan 30 perusahaan. Salah satunya PT Wahana Semesta Linggau, perusahaan penerbitan yang menaungi Harian Pagi Linggau Pos.

Kadisnaker Lubuklinggau, H Purnomo, Selasa (7/11) menuturkan, mulai saat ini seluruh perusahaan apabila akan merekrut tenaga kerja harus transparan.

“Jadi yang mau lamar kerja, nggak langsung datang ke perusahaan. Yang pasti mereka (pencari kerja,red) wajib ke Disnaker dulu. Buat AK 1. Perusahaan pun diminta transparan membutuhkan tenaga bidang apa, nanti Disnaker yang menyiapkan SDM bidang ini dan ini. Sehingga bukan hanya pengadaan, tapi penempatan pekerja pun perusahaan diminta transparan dan terbuka,” tutur Purnomo.

Ia berkeyakinan, dengan begitu pengawasan realisasi Peraturan Daerah (Perda) No.4 Tahun 2015 yang menuntut 40 % tenaga kerja lokal, dan 60 % boleh tenaga kerja dari luar, akan benar-benar terjadi.

“Harapan kita bersama, dengan rapinya sistem perekrutan tenaga kerja itu, 5 tahun ke depan faktanya sudah membaik, 75 % perusahaan diisi SDM lokal, dan sisanya yang 25 % baru tenaga dari daerah luar. Upaya ini dilakukan sebagai wujud kesungguhan Pemkot Lubuklinggau untuk menuntaskan masalah pengangguran,” jelasnya.

Yang jelas era sekarang ini, jelas Purnomo, seorang pejabat tidak bisa santai-santai begitu saja menduduki jabatan. Mulai dari rekrutmen saja sudah melalui lelang jabatan.

Lalu, hasil lelang ditindaklanjuti dengan program dari kepala dinas selama kurang lebih dua tahun menjabat, perlu disampaikan dulu apa yang bakal dilakukan.

“Sehingga memang harus ada perubahan. Jangan hanya jalan di tempat. Sehubungan dengan itu, Disnaker Kota Lubuklinggau berusaha melakukan apa yang selama ini belum ada. Salah satunya, upaya percepatan penyampaian sistem informasi dan regulasi ketenagakerjaan pada Dinas Ketenagakerjaan Lubuklinggau melalui website,” ungkapnya lagi.

Jadi, imbuhnya, dengan adanya proyek perubahan ini diharapkan para pencari kerja dan pengusaha lebih mudah untuk mendapatkan informasi baik itu lowongan kerja, maupun regulasi lowongan kerja melalui website, tinggal mengklik saja.

“Ya kalau butuh informasi lowongan kerja maupun regulasinya, tinggal klik saja di website kami. Sehingga seluruh kegiatan yang ada di perusahaan bisa terekam pada website kami. Itulah mengapa kerja sama ini kami lakukan. Karena outputnya nanti informasi,” jelasnya.

Menurut Purnomo, sebenarnya perusahaan yang ada di Lubuklinggau ini mencapai 632 perusahaan. Namun, 30 perusahaan yang MoU ini dipilih karena telah mengikuti job fair yang diselenggarakan Disnaker.

“Sehingga nantinya seluruh perusahaan tidak lagi istilahnya menangani sendiri masalah rekrutmen (pengadaan) tenaga kerja. Tinggal perusahaan sampaikan membutuhkan SDM bidang apa, berapa jumlahnya. Nanti Disnaker menginput kebutuhan itu di laman website Disnaker Lubuklinggau. Nanti kami tawarkan stok SDM yang siap kerja dan sudah dibekali tadi. Masalah seleksi dan uji kompetensinya kami tidak ikut campur. Masalah diterima atau tidak itu sepenuhnya kami serahkan ke perusahaan,” imbuhnya lagi.

Ia kembali menegaskan perusahaan tidak boleh membuka pendaftaran sendiri. Pencaker wajib daftar ke Disnaker dengan AK1.

Evaluasi dari program ini akan dilakukan bersamaan dengan Diklat PIM II yang dijalani Kadisnaker Lubuklinggau. Tim penilaiannya tim dari Lembaga Administrasi Negara (LAN).

“Iya, program ini nanti ditindaklanjuti LAN. Tentang sejauh mana proyek perubahan yang dibuat. Untuk website Disnaker ini akan di-update 26 November diujikan 29 November 2017. Dan kami harus bisa meyakinkan kepada penguji bahwa website tersebut benar ada dan program penginputan sampai keaktifannya dilaksanakan Disnaker Kota Lubuklinggau,” jelas Purnomo.

Ia menerangkan sejak Januari-September 2017, Disnaker mencatat ada 1.500 –an calon tenaga kerja yang membuat AK1. Sebagian besar alumni SMA sederajat.

“Jadi AK 1 itu penting. Sebagai syarat perusahaan untuk rekrutmen tenaga kerja. Kami juga sudah melayangkan surat ke perusahaan himbauan bahwa salah satu syarat diterimanya salah seorang pelamar harus ada kartu AK 1. Kalau ada AK1 kami mudah mengontrolnya. Pencari kerja sekian, yang sudah terserap sekian, persentasenya jelas. Insya Allah data mendekati riil,” imbuhnya.

Kalau disinkronkan dengan momen job fair, pencari kerja angkanya menurun, dari 2016 ada 1600 orang. Tahun 2017 hanya 1.400 orang.

“Besar harapan kami, dari fakta ini terlihat bahwa angka pengangguran benar-benar menurun. Sebab dari target serapan kami 2017 ini 200 orang saja. Dari 1.400 pelamar itu, 517 orang terserap. Saya yakin itu juga tidak terlepas oleh banyaknya investor yang menyerap tenaga kerja lokal. Sebab, berdirinya pusat perbelanjaan, hotel, restoran, semua menyerap tenaga kerja,” jelas Purnomo.

Sebagai evaluasi dari MoU dengan 30 perusahaan tadi, Disnaker berharap perusahaan bisa mematuhinya.

“Ya kalau melanggar kesepakatan di MoU ada teguran. Dan bisa jadi peraturan perusahaannya tidak boleh diperpanjang,” jelasnya.

Apa yang dilakukan Disnaker ini mendapat apresiasi Direktur PT Wahana Semesta Linggau, Solihin.

“Dengan adanya program Disnaker ini, saya berkeyakinan Pemda akan punya data tentang pencari kerja, data pengangguran, kemudian data tenaga kerja yang terserap per triwulan, bisa mendekati riil,” jelas Solihin.

Kemudian, imbuhnya, dari tenaga kerja yang mencari dan terserap ini bisa dikelompokkan.

“Kalau dikelola dengan baik, Pemda akan tahu pencari kerja paling banyak tingkat apa, dan paling banyak terserap tingkat mana. Website Disnaker ini juga efektif untuk mengurangi kecurangan, agar perusahaan tidak merekrut tenaga dari luar. Dengan sistem seperti ini, semua pencari kerja punya peluang yang sama,” jelasnya meyakinkan.

Dengan sistem ini, pula, lanjut Solihin akan mempermudah tenaga kerja mendapatkan akses peluang kerja.

“Istilahnya perekrutan tenaga kerja lebih terarah. Dan pengawasan dari Disnaker tentang ketenagakerjaan lebih maksimal. Jangan sampai seperti di Bekasi itu, ada pabrik petasan yang mempekerjakan SDM masih bawah umur, itu lalai dari pengawasan. Kalau website ini jalan dengan baik, Disnaker akan lebih mudah melakukan kontrol terhadap perusahaan. Menurut penilaian saya, sejauh ini untuk pendataan tenaga kerja yang ada di perusahaan di Lubuklinggau sudah cukup bagus,” tutupnya.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita