oleh

Camat Bertanggung Jawab Atas Realisasi DD

LINGGAU POS ONLINE, MURATARA – Camat berwenang dalam pelaksanaan pemerintahan di setiap desa di wilayahnya. Begitu juga dalam hal pengawasan dan pembinaan Kepala Desa (Kades). Juga menjadi tanggung jawab penuh seorang camat.

Hal itu ditegaskan Inspektur Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Romsul Panani, Minggu (10/12).

Hingga akhir 2017 ini, masih ada beberapa desa yang belum menyampaikan laporan realisasi penggunaan Dana Desa (DD) tahap pertama tahun 2017. Yang secara otomatis akan berpengaruh terhadap kelanjutan pembangunan di desa yang bersumber dari DD tersebut.

Sebagaimana Peraturan Pemerintah (PP) No. 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggara Pemerintahan Daerah, Camat selaku pembina para kades di wilayahnya.

“Sesuai dengan PP No. 12 Tahun 2017, untuk permasalahan di desa itu menjadi tanggung jawab para Camat, selaku pembina, begitu juga dalam hal penggunaan DD, di mana laporan penggunaan DD tersebut disampaikan ke bupati melalui camat,” ucapnya, beberapa waktu lalu.

Sementara untuk pengawasan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu baru dilaksanakan oleh Inspektorat selaku Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP).

Sebelumnya, Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Muratara, Duman Faschal melalui Kepala Bidang Anggaran, Izhar Rusdi. Mengungkapkan sampai sekarang ada delapan desa yang belum menyampaikan laporan DD tahap pertama.

Delapan desa tersebut, tujuh di Kecamatan Rawas Ilir yakni Desa Air Bening, Desa Batu Kucing, Desa Belani, Desa Beringin Makmur I, Desa Beringin Sakti, Desa Mekar Sari, dan Desa Tanjung Raja. Sementara itu di Kecamatan Rupit yakni satu desa Karang Anyar.

“Secara aturan, seharusnya laporan tersebut disampaikan oleh pemerintah desa pada Agustus 2017 lalu, tapi inilah kondisinya, masih ada delapan desa yang masih nol laporannya,” terangnya.

Lebih lanjut, Izhar menambahkan kalau sampai dengan akhir Desember ini tidak juga disampaikan maka dana 40 % tidak disalurkan.

“Maka secara otomatis pembangunan yang sudah dibangun tahap pertama akan terhenti. Sesuai dengan persentase tahap pertama yakni 60 %,” imbuhnya. (07)

Komentar

Rekomendasi Berita