oleh

Calon Siswa Diwawancara

PPDB SMAN 2018

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – SMA maupun SMK negeri di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Sabtu (30/6) mengadakan tahapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun Ajaran 2018/2019. Setelah pendaftaran, kemarin diadakan tes tertulis. Sebagian sekolah melanjutkannya dengan mengadakan tes wawancara.

Diantara sekolah yang menyelenggarakan tes wawancara itu, yakni SMAN 2 Muara Beliti. Kepala SMAN 2 Muara Beliti, Surantini kepada Linggau Pos, kemarin menjelaskan, ada 222 calon siswa yang mengikuti tes tertulis.

“Tesnya mata pelajaran yang di-UN-kan, yakni Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan IPA. Tahun ajaran 2018/2019 ini, kuota PPDB SMAN 2 Model Muara Beliti ada 252 siswa. Jadi dipastikan, seluruh siswa yang mendaftar ini akan diterima,” terang Surantini.

Meski begitu, sekolah tetap melakukan wawancara, untuk mengetahui potensi dan minat siswa. Wawancara juga tujuannya untuk memastikan catatan track record dari SMP asal. Karena ada catatannya. Sehingga, sekolah memiliki catatan data riil, untuk mengasah potensi mereka ketika sudah belajar di SMAN 2 Muara Beliti.

“Wawancara itu juga jadi modal kami untuk mengarahkan, calon siswa ini bisa masuk ke jurusan mana. Sehingga, ketika mereka belajar tidak merasa tertekan. Mau ke jurusan IPA atau IPS. Potensinya bagaimana, ini dipetakan sejak awal masuk,” imbuhnya.

Selain wawancara, guru juga mengecek kemampuan siswa dalam membaca Alquran. Menurut Surantini, tes kemampuan baca Alquran juga penting, mengingat SMAN 2 Model Muara Beliti bukan hanya konsern mendidik bidang akademik, tapi guru-gurunya juga komitmen melahirkan siswa yang kesehariannya berpedoman pada Alquran.

“Pengumuman hasil tes tertulis, langsung penjurusan ini kami sampaikan Senin, 2 Juli 2018. Siswa baru langsung kami undang ke sekolah,” terang Surantini.

Hal sama juga dilakukan SMKN 2 Lubuklinggau. Kepala SMKN 2 Lubuklinggau, Eriani menuturkan wawancara yang dilakukan terhadap calon siswa kemarin, untuk mengetahui apa sebenarnya yang memotivasi calon siswa tersebut memilih SMKN 2 Lubuklinggau untuk tempat melanjutkan pendidikan.

Eriani juga berkeyakinan, dengan mengadakan tes wawancara, SMKN 2 Lubuklinggau akan memiliki gambaran riil tentang input yang masuk ke sekolah terakreditasi A tersebut.

“Kami siapkan 10 lokal untuk siswa-siswi baru, dengan kapasitas maksimal 360 orang atau 36 orang per lokal. Mereka bisa memilih tiga jurusan yang ada, yakni Akomodasi Perhotelan, Tata Boga dan Tata Busana,” terang ibu yang menyandang gelar Magister Manajemen Pendidikan itu.

Meski begitu, tidak semua sekolah melakukan tes wawancara dalam PPDB Tahun Ajaran 2028/2019 ini. Salah satunya SMAN 1 Lubuklinggau.

Kepala SMAN 1 Lubuklinggau, Zulkarnain menjelaskan, proses PPDB yang dilakukan SMAN 1 Lubuklinggau sesuai dengan Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 tentang PPDB Tahun Ajaran 2018/2019. Selain itu, SMAN 1 Lubuklinggau juga mengacu pada Petunjuk Teknis PPDB yang dibuat Disdik Provinsi Sumsel.

“Soal tes wawancara itu, diberikan keleluasaannya pada sekolah. Boleh mengadakan, boleh tidak. Namun, dalam Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB oleh Disdik Sumsel itu yang ditekankan adakan mekanisme seleksi siswanya. Ada dua pilihan, yakni jalur Penelusuran Minat Potensi Akademik (PMPA) dan Jalur Tes. Untuk SMAN 1 Lubuklinggau mengadakan dua-duanya. Namun, ada juga sekolah yang memilih sistem jalur tes saja,” terang dia.

Soal seleksi PMPA, kata Zulkarnain, sudah diadakan sejak April 2018. Pengumumannya sudah dilakukan 30 April 2018.

“Kalau penerima Jalur Prestasi Non Akademik secara khusus memang tidak ada. Kami tidak mengadakan itu. Karena pada Juknis Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 tentang PPDB maupun Juknis PPDB SMAN yang diterbitkan Disdik Sumsel tidak mengatur itu. Hanya saja, kalau ada siswa yang berprestasi bidang seni, olahraga, atau agama, ya jelas SMAN 1 Lubuklinggau menerimanya dengan senang hati. Namun syaratnya, memang harus tetap mengikuti jalur tes tertulis dulu,” terang Zulkarnain.

Ia membenarkan, pernah melakukan perbincangan khusus dengan Kepala Disdik Kota Lubuklinggau, H Tamri dan Plt Asisten I Setda Kota Lubuklinggau, Kgs Effendy Feri membahas usulan seorang warga, terkait jalur khusus PPDB dari Prestasi Non Akademik ini.

Waka Kesiswaan SMAN 1 Lubuklinggau, Suparno menambahkan, memang benar SMAN 1 Lubuklinggau pernah melakukan PPDB dengan memberikan jalur khusus baru calon siswa yang memiliki prestasi non akademik. Namun itu dilakukan sebelum SMA-SMK dialihkan pengelolaannya ke Disdik Provinsi Sumsel.

“Saat itu, SMA-SMK masih di bawah naungan Disdik Kota Lubuklinggau. Sejak Juli 2017, kewenangan pengelolaan SMA-SMK dialihkan ke Disdik Sumsel. Maka kami berusaha untuk mematuhi Juknis yang ditetapkan Disdik Sumsel,” terang Suparno.

Kemarin, ada 450 siswa-siswi SMAN 1 Lubuklinggau yang mengikuti tes tertulis di 20 ruangan kelas yang tersedia. Pengumuman perankingan hasil tes tertulis disampaikan 5 Juli 2018, melalui laman website SMAN 1 Lubuklinggau.

“Nanti, calon siswa bisa log in dengan nomor tes masing-masing. Diterima atau tidak, ada keterangannya. Sebagaimana pengumuman hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN),” terang Suparno.

Tahun ini, SMAN 1 Lubuklinggau hanya menyediakan 10 lokal untuk siswa baru kelas X. Satu lokal atau 10 persennya sudah diisi oleh siswa-siswi yang diterima jalur PMPA. Sehingga tinggal 324 siswa lagi kuotanya, karena per lokal maksimal diisi 36 siswa saja.(02)

Rekomendasi Berita