oleh

Calon Pengantin Kurir Narkoba di Batam, Warga Kelurahan Muara Enim

LINGGAU POS ONLINE – Berdalih butuh uang untuk biaya menikah, sepasang kekasih Faisal Abdul Azis (40) dan Hepi Santia (26) nekat jadi kurir barang haram Narkoba. Kedua warga Kota Lubuklinggau ini ditangkap Petugas Bea dan Cukai di Bandara Hang Nadim Batam, akhir November 2019.

Berdasar penelusuran yang dilakukan Tim Linggau Pos, Rabu (18/12) diketahui Hepi merupakan warga Kelurahan Muaraenim, Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan, Hepi biasanya jualan gorengan membantu sang ibu di Pasar Terminal Atas Kota Lubuklinggau.

Kabar ditangkapnya Hepi sudah sampai ke orang tuanya di Lubuklinggau. Oleh karena itu, saat hendak diwawancara, keluarga menolak memberi keterangan.

Meski begitu, sang ibu dan saudara Hepi masih tetap menjalankan aktivitas jualan gorengan sebagaimana biasa. Hepi memang kerap terlihat membantu sang ibu. Namun, beberapa bulan belakangan Hepi jadi sering pergi ke luar kota.

Sumber menyebut, Hepi belum lama bercerai dengan suami pertamanya. Sebab sang suami ditangkap Polisi dengan kasus narkoba.

Tak dinyana, Hepi ternyata juga terjebak pada penyelundupan barang haram bahkan lintas negara. Mengenai sosok Faisal yang diduga kekasih Hepi, sumber menyebut tak tahu.

Hanya saja, ia membenarkan Faisal maupun Hepi merupakan warga Kota Lubuklinggau.

Faisal dan Hepi dikabarkan jadi kurir narkoba dari Malaysia yang akan dibawa ke Palembang. Dari hasil penggeledahan dari tangan Faisal, petugas bandara menemukan 1.621 butir pil ekstasi dan 140 gram sabu.

Kasi Penindakan Bea Cukai Batam, Fasbian Cahyo Wibowo mengatakan tersangka membawa sabu disimpan di dalam sol sepatu dan pil ekstasi yang disimpan dalam celana dalamnya. Keduanya ditangkap usai melewati lajur pemindaian Bandara Hang Nadim.

“Sabu yang kita amankan dengan berat 140 gram ditemukan di sol sepatu dan ekstasi 1.621 butir serta 78 gram pil ekstasi yang sudah rusak,” jelasnya.

Saat diinterogasi Faisal mengakui bahwa sabu tersebut disimpan  dalam celana tersebut sudah dibuat sebelumnya.

Kedua tersangka diupah 10.000 Ringgit Malaysia atau senilai Rp33,7 juta. Untuk penyelidikan lebih lanjut kedua tersangka diserahkan ke Direktorat Narkorba Polda Kepulauan Riau. Kedua tersangka di ancam hukuman 20 tahun penjara dan atau hukuman mati. (*)

Laporan Apri Yadi

Berita sebelumnya klik di sini

Rekomendasi Berita